SOLO — Relawan yang mengatasnamakan Gibran Penerus Jokowi (GPJ) mulai menghimpun kekuatan dengan menyatukan berbagai komunitas masyarakat dalam satu wadah. Ketua Umum GPJ, Joko Loreng, menyebut konsolidasi ini menjadi bagian dari persiapan panjang menghadapi agenda politik hingga 2029.
Dalam kunjungannya ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026), Joko Loreng menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjaring elemen relawan dan komunitas dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Komunitas Sound System Ikut Bergabung
Joko Loreng menyebut sejumlah komunitas pelaku usaha sound system atau yang dikenal dengan istilah sound horeg telah bergabung. Beberapa di antaranya adalah Aeromax, Brewog, dan Riswanda yang berasal dari berbagai wilayah, terutama Jawa Timur.
“Semua teman-teman kita kumpul, satu atap di bawah GPJ,” kata Joko.
Ia menjelaskan, forum GPJ sebenarnya bukan organisasi yang baru terbentuk. Momentum saat ini justru dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan memperkuat silaturahmi antarelemen yang selama ini tersebar.
Arahan Jokowi Masih Dinanti
Kedatangan rombongan GPJ ke kediaman Jokowi bukan sekadar silaturahmi. Mereka turut menyampaikan perkembangan konsolidasi sekaligus meminta arahan terkait langkah organisasi ke depan.
“Kita ngobrol-ngobrol, silaturahmi, menyampaikan dan meminta arahan dari Bapak,” ujarnya.
Namun, Joko Loreng mengungkapkan bahwa Jokowi belum memberikan arahan lebih lanjut. Para relawan diminta untuk menunggu instruksi.
“Bapak suruh nunggu dulu arahan dari beliau,” katanya.
Kesiapan Jaringan Menuju 2029
Meski arahan resmi belum turun, Joko Loreng memastikan seluruh jajaran GPJ telah menyatakan kesiapan apabila sewaktu-waktu mendapatkan instruksi untuk bergerak.
“Semua teman-teman sudah ready (siap) semua,” tegasnya.
Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya GPJ dalam mempersiapkan jaringan relawan dan berbagai elemen masyarakat untuk menghadapi dinamika politik yang lebih panjang hingga 2029.