WONOSOBO — Pengakuan atas konsistensi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo. Dr. M. Trihudiyatmanto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih predikat Dosen Terbaik II pada puncak peringatan Harlah ke-38 UNSIQ, Jumat (7/8/2026).
Peringkat pertama dalam ajang ini diraih Prof. Dr. Hermawan dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (Fastikom), disusul Hidayatus Sibyan dari fakultas yang sama di posisi ketiga. Penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk apresiasi institusi terhadap capaian kinerja nyata para pengajar.
Konsep TRC: Inovasi untuk BUMDes dan UMKM
Di balik penghargaan ini, Trihudiyatmanto dikenal sebagai penggagas konsep Tawazun Response Capability (TRC). Inovasi tersebut telah diterapkan dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Selain aktif menghasilkan publikasi ilmiah, dirinya konsisten mendampingi program pengabdian masyarakat. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi berbasis potensi lokal, bukan sekadar bantuan seremonial.
Apresiasi Dekan FEB UNSIQ
Dekan FEB UNSIQ, Dr. Bahtiar Efendi, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian anak buahnya. Ia menilai penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras yang dijalankan dengan integritas tinggi.
"Atas nama keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSIQ, kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. M. Trihudiyatmanto atas penghargaan sebagai Dosen Terbaik II," ungkapnya.
"Prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi, integritas, dan kerja keras yang telah ditunjukkan secara konsisten dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi," lanjut Bahtiar.
Target: Publikasi Bereputasi dan Kolaborasi Riset
Bahtiar menambahkan, capaian ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi dosen lain untuk berinovasi. Pihak fakultas berkomitmen mendorong produktivitas akademik melalui publikasi ilmiah bereputasi dan penguatan kolaborasi penelitian.
Momentum Harlah ke-38 ini juga ditegaskan sebagai pengingat bahwa semangat berkarya dan mengabdi harus terus tumbuh. Hal ini sejalan dengan visi UNSIQ untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, Islami, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.