JAWA TENGAH — Tekanan besar tengah diemban Persebaya Surabaya jelang partai puncak turnamen pramusim. Rivera memilih fokus pada kesiapan fisik dan mental timnya ketimbang menebak kekuatan lawan yang datang dengan status juara bertahan tiga musim beruntun.
"Ya, yang pertama, terima kasih untuk semua Bonek dan Bonita, serta organisasi Piala Presiden. Persiapan saya pikir sudah bagus. Kami tidak punya banyak waktu untuk bersiap, tapi Persebaya sudah siap," ujar Rivera dalam jumpa pers daring di Jakarta, Rabu (5/8).
Modal Kemenangan Kontra Arema FC dan Peran Kunci Rivera
Kepastian melaju ke final didapat setelah Persebaya menaklukkan rival abadi, Arema FC, dengan skor tipis 1-0 pada Selasa. Gol semata wayang lahir dari sundulan Yuran Fernandes yang memanfaatkan umpan sepak pojok matang dari Rivera.
Bagi pemain berusia 31 tahun asal Meksiko itu, laga kontra Maung Bandung nanti akan menjadi penampilan kelimanya di Piala Presiden edisi ini. Sebelumnya, ia tampil sebagai starter saat melawan Persija Jakarta dan menjadi pemain pengganti dalam dua laga lainnya kontra PSMS Medan serta Port FC.
Respek Tinggi pada Kualitas Persib, tapi Target Trofi Tetap Jelas
Rivera tak menampik kualitas skuat asuhan Igor Tolic yang kaya pengalaman. Namun, ia menegaskan bahwa rasa hormat tidak lantas membuat timnya gentar. Justru tantangan ini yang membuat laga final semakin menarik untuk diperjuangkan.
"Ya, kita tahu Persib punya skuad yang bagus, pemain-pemain dengan pengalaman dan kualitas yang sangat baik. Tapi besok akan menjadi pertandingan yang sulit dan semoga kita bisa berjuang keras," tuturnya.
Catatan impresif Rivera musim lalu bersama Persebaya—13 gol dan 10 assist—menjadi modal berharga. Kontribusinya membawa Bajul Ijo finis di posisi empat besar klasemen akhir liga dengan raihan 58 poin. Kini, ia percaya komposisi pemain yang ada mampu mengangkat trofi sebagai suntikan kepercayaan diri sebelum kompetisi resmi Super League dimulai.
Duel Panas di Gianyar: Mental Juara Dipertaruhkan
Laga final ini diprediksi berlangsung sengit. Persib datang dengan status juara bertahan liga tiga musim berturut-turut, sementara Persebaya mengusung ambisi besar setelah melewati ujian berat di semifinal. Kedua tim sama-sama mengincar gelar sebagai modal psikologis menghadapi musim kompetisi yang lebih panjang.
Dengan dukungan penuh Bonek dan Bonita yang diprediksi memadati stadion, Rivera dan rekan-rekannya bertekad memberikan penampilan terbaik. Satu hal yang pasti, laga puncak ini bukan sekadar pertandingan biasa—ia adalah ajang pembuktian siapa yang paling siap tampil sebagai kampiun.