Pencarian

Persibara Banjarnegara Pastikan Absen di Liga 4 Musim 2026-2027, Ini Dampaknya bagi Sepak Bola Banyumas Raya

Minggu, 02 Agustus 2026 • 12:54:31 WIB
Persibara Banjarnegara Pastikan Absen di Liga 4 Musim 2026-2027, Ini Dampaknya bagi Sepak Bola Banyumas Raya
Persibara Banjarnegara dipastikan absen dari Liga 4 musim 2026-2027 karena tidak mampu menutup biaya operasional.

BANJARNEGARA — Kepastian absennya Persibara Banjarnegara dari Liga 4 musim depan menjadi pukulan baru bagi regenerasi sepak bola di eks-Keresidenan Banyumas. Klub berjuluk Laskar Bawor itu memutuskan mundur dari kompetisi kasta kelima di Indonesia tersebut karena tidak mampu menutup biaya operasional yang dinilai cukup besar.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Pembentukan tim, administrasi, transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan pertandingan selama satu musim membutuhkan suntikan dana yang tidak sedikit. Minimnya dukungan sponsor menjadi faktor utama Askab PSSI Banjarnegara mengalihkan sumber daya organisasi ke program pembinaan usia muda.

Biaya Selangit untuk Empat Pertandingan

Realita finansial di level kompetisi terendah ini memang tidak masuk akal. Salah satu tim di Jawa Tengah yang musim lalu hanya bermain empat kali dan langsung tersingkir tercatat menghabiskan dana hingga Rp 750 juta.

Nominal sebesar itu hanya untuk dua laga kandang dan dua laga tandang, belum termasuk persiapan tim sebelum kompetisi dimulai. Tanpa sponsor yang memadai, mustahil bagi klub untuk sekadar tampil di Liga 4.

Rekam Jejak Kembang Kempis Klub Banyumas Raya

Absennya Persibara bukanlah fenomena baru. Dalam tiga musim terakhir, tidak ada satu pun tim dari Banyumas Raya yang konsisten mengikuti kompetisi kasta terbawah secara beruntun.

Pada Liga 3 musim 2023-2024, Persibara Banjarnegara, Persibas Banyumas, dan Persibangga Purbalingga sempat berlaga bersama. Saat itu PSCS Cilacap masih berada di Liga 2. Persibangga bahkan sukses menembus final sebelum dikalahkan Persip Kota Pekalongan, sementara Persibara dan Persibas hanya bertahan di fase grup.

Namun, status runner-up Jawa Tengah tidak menjamin kelangsungan Persibangga. Di musim berikutnya, ketika Liga 3 berganti nama menjadi Liga 4, Persibangga justru memilih absen. Persibas dan Persibara juga melakukan hal serupa, menyisakan Wijayakusuma FC Cilacap sebagai satu-satunya wakil Banyumas Raya di Liga 4 Jateng musim 2024-2025.

Persibangga Juara, PSCS Justru Menghilang

Musim 2025-2026 menjadi kebangkitan singkat. Persibas, Persibangga, Persibara, dan Wijayakusuma FC semuanya berpartisipasi. Persibangga bahkan keluar sebagai juara Liga 4 Jateng dan berhak promosi ke Liga 3.

Di tengah euforia itu, PSCS Cilacap yang terdegradasi dari Liga 2 justru memutuskan tidak mengikuti kompetisi. Alhasil, musim depan Persibangga akan berlaga di Liga 3 sementara Persibara dipastikan vakum, meninggalkan kesenjangan besar dalam ekosistem sepak bola daerah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kompetisi yang hanya berlangsung kurang dari dua bulan ternyata menjadi beban finansial yang berat. Klub-klub di daerah kecil harus berpikir keras mencari sokongan dana hanya untuk bertahan satu musim, sebuah pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi pengurus PSSI di tingkat kabupaten.

Follow www.jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: serayunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks