JAWA TENGAH — Kekecewaan Owen muncul setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya menelan kekalahan. Mantan striker yang pernah meraih Ballon d'Or itu menyoroti perbedaan mentalitas antara kedua tim.
Mentalitas Timnas Spanyol Jadi Tolak Ukur
Menurut Owen, Timnas Spanyol menunjukkan bagaimana seharusnya tim besar bersikap saat unggul. La Roja tidak mengendurkan tekanan dan justru bermain semakin agresif untuk memastikan kemenangan.
"Spanyol berani. Mereka terus menekan, tidak mundur, dan tetap percaya diri. Itulah yang seharusnya dilakukan tim besar," ujar Owen dalam pernyataannya.
Inggris Berubah Pasca Unggul, Owen Kecewa
Sebaliknya, Inggris justru menunjukkan perubahan drastis setelah mencetak gol pembuka. Tim asuhan Gareth Southgate dinilai terlalu cepat puas dan bermain defensif.
"Begitu Inggris unggul, mereka seperti ketakutan. Mereka berhenti menyerang, lebih banyak bertahan, dan akhirnya kehilangan kendali," kritik Owen.
Sikap pasif itu, kata Owen, menjadi celah yang dimanfaatkan lawan untuk bangkit dan membalikkan keadaan. Inggris akhirnya harus menanggung akibat dari pendekatan yang terlalu konservatif tersebut.
Kritik untuk Gareth Southgate
Tanpa menyebut nama secara eksplisit, Owen juga menyoroti pendekatan taktis sang pelatih. Ia menilai instruksi yang diberikan setelah unggul justru membuat pemain kehilangan inisiatif.
"Ketika Anda unggul, itu bukan waktu untuk bertahan. Itu saatnya untuk menghabisi lawan. Tapi Inggris melakukan yang sebaliknya," tegasnya.
Komentar Owen ini menambah deretan kritik yang sudah lama dialamatkan ke Southgate. Gaya bermain pragmatis Inggris kerap dianggap tidak sebanding dengan kualitas individu para pemainnya.
Pelajaran Berharga Menuju Turnamen Berikutnya
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Inggris menjelang turnamen-turnamen besar selanjutnya. Jika ingin bersaing dengan tim sekelas Spanyol yang sudah terbukti juara Eropa, perubahan mentalitas menjadi harga mati.
"Anda tidak bisa hanya mengandalkan bakat individu. Harus ada keberanian kolektif. Spanyol punya itu, Inggris belum," pungkas Owen.