JAWA TENGAH — Prosesi pengambilan sumpah di Jakarta itu menjadi pintu masuk bagi Mitchell Baker ke skuad Garuda. Erick Thohir, yang mendampingi langsung proses tersebut, menegaskan bahwa pemain ini bukan sekadar tambahan biasa, melainkan investasi jangka panjang untuk timnas.
Alasan Erick Thohir dan John Herdman Incar Baker
"Mitchell Lee Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Di usia yang baru 19 tahun, Mitchell diharapkan dapat menambah kekuatan, kedalaman skuad, sekaligus menjadi bagian dari masa depan Timnas Indonesia," ujar Erick di Instagram pribadinya.
Yang menarik, postur tubuh dan naluri mencetak gol Baker menjadi alasan utama perburuannya. "Dengan postur tubuh dan insting mencetak gol yang mumpuni, Mitchell adalah tambahan yang berharga bagi lini depan kita. Pastinya, coach John Herdman sudah punya rencana untuk mengintegrasikan Mitchell ke dalam tim," sambung Erick.
Lahir di Melbourne, Darah Yogyakarta dan Semarang
Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Garis keturunan Indonesianya berasal dari sang ibu, Maureen Lee Baker, yang memiliki akar keluarga di Yogyakarta dan Semarang. Perjalanan sepak bolanya justru dimulai di Hong Kong Football Club sejak usia 10 tahun, lalu berlanjut ke Northcote City dan Melbourne Victory di Australia.
Pada usia 15 tahun, Baker mengembangkan karier di Amerika Serikat bersama Black Rock FC, kemudian bermain untuk tim Georgetown University. Awal 2026, namanya dipilih Colorado Rapids melalui MLS SuperDraft dan dijadwalkan bergabung dengan klub tersebut akhir tahun ini.
Haru dan Rasa Percaya Diri Sang Pemain
Setelah resmi menjadi WNI, Baker tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Saya sangat senang sekali. Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga saya, termasuk keluarga saya yang ada di Indonesia. Saya benar-benar bahagia dan sudah tidak sabar untuk segera bermain untuk Indonesia," ucap Mitchell.
Dengan postur menjulang dan jam terbang di tiga negara, Baker diharapkan langsung bersaing di posisi penyerang. PSSI sendiri terus mengakselerasi proses naturalisasi pemain diaspora sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat skuad Garuda di kancah Asia Tenggara dan Asia.