KARANGANYAR — Forum ini hadir untuk mengubah citra hukum yang kerap dianggap rumit dan menakutkan. Ketua IKADIN Karanganyar, Muhammad Mohani, mengungkapkan gagasan wedangan telah dirintis jauh sebelum kepengurusan dilantik. Sekretaris IKADIN Karanganyar, Ari Santoso, menjadi penggagas sekaligus pengawal konsep hingga pelaksanaannya.
Konsep "Wedangan" untuk Mencairkan Suasana
Pilihan konsep wedangan bukan tanpa alasan. Menurut Ari Santoso, pendekatan ini dipilih agar pembahasan persoalan hukum terasa lebih ringan. "Melalui Wedangan IKADIN, kami ingin menunjukkan bahwa hukum bisa menjadi solusi, memberi manfaat, dan hadir lebih dekat dengan masyarakat," kata Ari dalam peluncuran program tersebut.
Ia menambahkan, suasana santai diharapkan mampu menghilangkan stigma bahwa hukum adalah sesuatu yang hanya dipahami kalangan tertentu. Seluruh bidang dalam kepengurusan IKADIN akan dilibatkan secara bergiliran.
Sasar Sekolah dan Kelompok PKK
Pada tahap awal, Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak akan menyasar sekolah serta kelompok PKK. Materi yang dibawakan mencakup pemahaman mengenai perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Sementara itu, Bidang Pengabdian Profesi akan memberikan penyuluhan tentang hak-hak hukum masyarakat secara umum.
IKADIN Karanganyar juga membuka layanan pendampingan hukum cuma-cuma bagi warga kurang mampu. Masyarakat yang ingin mengakses layanan ini hanya perlu melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa setempat.
Edisi Perdana Bahas Perlindungan Hukum Perbankan
Wedangan IKADIN edisi perdana mengangkat tema perlindungan hukum bagi pelaku perbankan. Tema ini dipilih menyusul maraknya sejumlah perkara hukum yang melibatkan kalangan perbankan di wilayah tersebut. Melalui forum ini, IKADIN ingin memberikan pemahaman bahwa setiap pihak yang bekerja sesuai prosedur, ketentuan hukum, serta standar operasional memiliki hak imunitas atau perlindungan hukum.
Apresiasi Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan apresiasi atas peluncuran program ini. Menurutnya, konsep wedangan menjadi cara efektif untuk mencairkan citra profesi advokat sehingga lebih mudah diterima masyarakat. "Saya berharap keberadaan IKADIN tidak hanya hadir di ruang-ruang perkantoran, tetapi juga aktif di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta jaminan kepastian hukum bagi warga yang membutuhkan," pungkas Rober.
Rutin Digelar dan Terbuka untuk Komunitas
Ke depan, Wedangan IKADIN akan digelar secara berkala dengan tema yang berganti-ganti. Tidak hanya menyasar komunitas dan organisasi masyarakat, forum ini juga membuka kesempatan bagi sekolah, PKK, maupun kelompok warga lainnya yang ingin menghadirkan advokat untuk penyuluhan hukum tanpa dipungut biaya.