JAKARTA — Enam kategori sekaligus diraih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Penghargaan Adinata Syariah 2026. Ajang yang digagas Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia itu digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, baru-baru ini.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa apresiasi ini bukan sekadar ajang kompetisi.
"Penghargaan ini bukan siapa yang menang, akan tetapi bagaimana upaya kita membangun ekonomi syariah ramah muslim di Indonesia, yang populasi mayoritas muslimnya terbesar di dunia," ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin.
Enam Kategori yang Dimenangkan Pemprov Jateng
Raihan prestasi tersebut mencakup berbagai sektor ekonomi berbasis syariah. Berikut rincian enam penghargaan yang berhasil dikoleksi Pemprov Jateng:
- Juara I: Kategori Keuangan Mikro Syariah
- Juara II: Kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS)
- Juara II: Kategori Wakaf
- Juara III: Kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal
- Juara III: Kategori Ekonomi Pesantren
- Juara IV: Kategori Pariwisata Ramah Muslim
PR Besar: Belum Ada Kawasan Industri Halal di Jateng
Di balik deretan penghargaan itu, Gus Yasin mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Ia menyebut, hingga saat ini Jawa Tengah belum memiliki satu pun kawasan industri halal.
"Ini sebagai lecutan buat kita. Kita masih punya pekerjaan rumah, bahwa di Jawa Tengah belum ada kawasan industri halal," ucapnya sebagaimana dirilis Humas Jateng.
Pembahasan awal dengan sejumlah pengelola kawasan industri kini sudah mulai dilakukan. Skema pengembangan dan lokasi strategis tengah dibahas dan telah mendapat lampu hijau dari Gubernur Ahmad Luthfi.
Ekonomi Syariah Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan 2027
Gus Yasin menegaskan bahwa ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan akan menjadi sektor andalan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2027. Penghargaan ini disebutnya sebagai momentum untuk mempercepat realisasi rencana tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin yang hadir dalam acara yang sama memberikan catatan khusus kepada seluruh kepala daerah. Ia mengingatkan agar pertumbuhan statistik di sektor syariah harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat di lapangan.