SUKOHARJO — Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk periode lima tahun ke depan. Prosesi berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja, Senin (6/7), dihadiri pengurus daerah dan perwakilan dari seluruh kecamatan.
Dalam sambutannya, Etik mengingatkan bahwa peran masjid sangat strategis. Ia mencontohkan fungsi masjid pada zaman Rasulullah SAW yang menjadi pusat peradaban, bukan sekadar bangunan fisik.
Aktivitas Masjid Harus Jawab Tantangan Zaman
Bupati meminta kepengurusan baru tidak hanya mengelola bangunan masjid. Aktivitas penunjang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern harus dihadirkan.
"Ada ratusan masjid yang tersebar di Sukoharjo. Pemerintah daerah berkomitmen mempererat kemitraan dengan DMI guna membangun karakter masyarakat yang religius, bermartabat, dan menjunjung tinggi gotong royong," ujar Etik.
Ketua DMI Sukoharjo Siap Petakan Kebutuhan Tiap Kecamatan
Ketua PD DMI Kabupaten Sukoharjo terpilih, Wawan Pribadi, menyatakan langkah awal yang akan diambil adalah koordinasi intensif ke tingkat kecamatan dan para takmir. Tujuannya memetakan karakteristik serta kebutuhan yang berbeda di setiap wilayah.
Wawan juga menyinggung potensi konflik internal dan persoalan hukum seperti sengketa tanah wakaf yang sempat mencuat di Kecamatan Baki. DMI berkomitmen hadir sebagai mediator.
"Tujuannya DMI itu kan membuat makmur masjid. Jadi kalau ada konflik, ya nanti tentunya kita mencoba ikut menjembatani agar mereka tetap rukun, sehingga permasalahan tidak menjadi besar dan bisa diantisipasi sejak dini," tegas Wawan.
DMI Dituntut Jadi Wadah Produktif Urai Persoalan Umat
Lewat kepengurusan baru ini, DMI Sukoharjo diharapkan mampu menjadi wadah produktif dalam mengurai persoalan umat. Masjid-masjid di Sukoharjo ditargetkan semakin makmur dan membawa manfaat luas bagi warga.
Pemkab Sukoharjo berkomitmen mendukung penuh program DMI yang sejalan dengan visi pembangunan karakter religius masyarakat. Gotong royong menjadi nilai utama yang ingin diperkuat melalui peran aktif masjid di setiap kelurahan dan desa.