JAWA TENGAH — Amorim tiba di Milan dengan senyum lebar dan semangat tinggi. Di bandara Linate Prime, ia sudah melontarkan beberapa lelucon dalam bahasa Italia kepada wartawan yang menunggu. Tapi di balik keramahan itu, ada kesadaran penuh akan besarnya tantangan yang menanti.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ucapnya pelan, sebuah pernyataan yang langsung menggambarkan situasi klub yang tengah dalam masa transisi.
Pertemuan Puncak Tiga Petinggi Klub
Dalam pertemuan di Casa Milan, Amorim duduk bersama Bobby Gardiner—tokoh kunci tim strategi baru yang juga berperan dalam pemilihannya sebagai pelatih—dan Hendrik Almstadt, direktur transfer pemain. Mereka mengevaluasi situasi terkini, terutama soal pemain yang akan hengkang dan potensi dana yang bisa diraup.
Dua nama bekas Premier League, Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek, masuk dalam daftar jual. Milan berharap bisa mendapatkan 20 hingga 25 juta euro dari penjualan mereka.
Nasib Bennacer, Bondo, dan Tiga Pemain Lain
Manajemen Rossoneri sudah menetapkan harga Warren Bondo sebesar 8 juta euro dalam pertemuan dengan para agen. Sementara itu, Ismael Bennacer—yang kini bergabung dengan agen berpengaruh Fali Ramadani—sedang diupayakan pemutusan kontraknya.
Tiga pemain lain masih dalam evaluasi: Yunus Musah, Samuel Chukwueze, dan Youssouf Fofana. Keputusan soal masa depan mereka akan mempengaruhi strategi belanja klub.
Prioritas Belanja: Gelandang, Bek, dan Penyerang Muda
Amorim dan tim perekrutan sudah memetakan kebutuhan utama. Dua talenta muda kelahiran 2007—Kerim Alajbegovi? (Bayer Leverkusen) dan Konstantinos Karetsas (Genk)—menjadi target untuk memperkaya lini gelandang serang.
Di lini belakang, negosiasi untuk Gila dari Lazio terus berjalan, sementara Inacio dan Antonio Silva masuk sebagai kandidat bek tengah baru. Amorim juga meminta tambahan gelandang bertahan, meski keputusan final baru diambil setelah Modric dan Rabiot menentukan masa depan mereka.
Untuk pos penyerang, Kostic disebut siap memanfaatkan peluang sebagai alternatif bagi Ramos.