SEMARANG — Hasil panen udang vaname di atas lahan terbatas itu membuktikan bahwa sistem budidaya intensif dapat diterapkan di kawasan industri. Produksi mencapai 1,3 ton dengan kualitas tinggi, menjawab tantangan produktivitas tambak tradisional yang selama ini stagnan.
Mengapa Tambak Modern Ini Berbeda?
Lahan seluas 1.561 meter persegi itu dirancang dengan sistem bioflok dan manajemen kualitas air tertutup. Teknologi ini memungkinkan kepadatan tebar lebih tinggi tanpa bergantung pada pasang-surut air laut, berbeda dengan tambak konvensional di Pantura yang kerap terhambat abrasi dan pencemaran.
Pemprov Jateng mencatat, produktivitas per meter persegi dari tambak ini jauh melampaui rata-rata tambak rakyat. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi investor dan pembudi daya untuk beralih ke metode modern.
Target Revitalisasi di Pantura
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa kawasan tambak di Pantura, mulai dari Brebes hingga Rembang, membutuhkan revitalisasi. Banyak lahan tambak tua yang produktivitasnya menurun akibat sedimentasi dan kerusakan ekosistem mangrove.
"Tambak modern di kawasan industri ini akan menjadi prototipe. Kami akan dorong penerapan sistem serupa di lahan-lahan kritis dengan pendampingan teknis," ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Pemprov menargetkan revitalisasi bertahap di 12 kabupaten/kota pesisir dalam lima tahun ke depan. Program ini mencakup perbaikan infrastruktur tambak, introduksi teknologi, dan akses permodalan bagi petambak kecil.
Dampak bagi Petambak Lokal
Bagi petambak tradisional di pesisir Semarang, model ini menawarkan harapan baru. Selama ini, mereka menghadapi kendala fluktuasi harga pakan dan serangan penyakit udang yang kerap menyebabkan gagal panen.
Dengan sistem modern, risiko penyakit dapat ditekan melalui pengelolaan air yang terkontrol. Pemprov juga akan memfasilitasi kemitraan antara petambak kecil dengan perusahaan pengolah udang di kawasan industri, sehingga rantai pasok lebih pendek dan harga jual lebih stabil.
Jika program revitalisasi berjalan sesuai rencana, produksi udang vaname Jateng diperkirakan meningkat signifikan dalam tiga tahun mendatang. Ini sekaligus memperkuat posisi provinsi sebagai salah satu sentra perikanan budidaya nasional.