Pencarian

DPRD DKI Usul Pajak Motor dan Mobil Listrik Premium Dinaikkan, yang Murah Tetap Disubsidi

Jumat, 07 Agustus 2026 • 06:14:31 WIB
DPRD DKI Usul Pajak Motor dan Mobil Listrik Premium Dinaikkan, yang Murah Tetap Disubsidi
Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta membahas usulan kenaikan pajak kendaraan listrik premium di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).

JAWA TENGAH — Wacana ini mengemuka dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026). Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Fuadi Luthfi, menyatakan kenaikan tarif hanya menyasar kendaraan listrik premium yang tidak memperoleh subsidi pemerintah, bukan seluruh segmen pasar.

"Saya sependapat dengan usulan yang sebelumnya disampaikan Pak Yusuf terkait mulai dipertimbangkannya kenaikan pajak kendaraan listrik. Ini merupakan salah satu langkah yang, insyaallah, apabila dapat diputuskan dan diterapkan tahun ini, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah," kata Fuadi.

Klasifikasi Harga Jadi Kunci Penerapan Pajak Baru

Fuadi menegaskan kebijakan ini tidak boleh diterapkan secara seragam. Ia meminta eksekutif menyusun klasifikasi ketat berdasarkan nilai jual dan segmen pasar agar pajak yang dipungut tepat sasaran.

"Kendaraan listrik juga perlu diklasifikasikan. Ada yang harganya relatif terjangkau, tetapi ada pula yang masuk kategori mewah. Ini menjadi tugas eksekutif untuk menyusun klasifikasinya," ujarnya.

Dampak ke Konsumen: Mobil Murah Aman, Segmen Mewah Kena Penyesuaian

Bagi pemilik kendaraan listrik harga terjangkau yang mengandalkan subsidi pemerintah, Fuadi memastikan tidak akan ada kenaikan tarif. Sebaliknya, pemilik mobil listrik premium seperti Tesla, BMW i-series, atau Lexus RZ yang tidak tersentuh subsidi harus bersiap dengan skema pajak baru yang lebih tinggi.

"Bagi kendaraan listrik yang harganya relatif murah, saya kira tidak perlu dinaikkan. Tetapi untuk kendaraan listrik non-subsidi atau kategori premium, tarifnya dapat disesuaikan agar lebih mencerminkan asas keadilan," pungkasnya.

Usulan ini muncul di tengah tren adopsi kendaraan listrik di Jakarta yang terus tumbuh, seiring dengan kebijakan bebas ganjil-genap dan insentif pajak dari pemerintah pusat. Jika disetujui, skema baru ini berpotensi mengubah peta persaingan antara merek China yang agresif di segmen murah dengan merek Eropa yang mendominasi segmen atas.

Follow www.jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gonews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks