JAWA TENGAH — Bermain di Stadion Manahan, Solo, pada Senin (16/12) malam, kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste tidak datang semudah yang terlihat di papan skor. Sepanjang babak pertama, pasukan Garuda justru kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Tekanan demi tekanan yang dibangun pemain sayap seperti Egy Maulana Vikri sempat menemui jalan buntu.
Pengakuan Pattynama: Lawan yang Tidak Mudah Dikalahkan
Shayne Pattynama, yang bermain penuh sebagai bek kiri, secara jujur memaparkan kesulitan yang dialami timnya. Ia menilai Timor Leste tampil jauh lebih berkembang dan tidak pantas diremehkan. "Mereka membuat kami kesusahan," ujar pemain keturunan Maluku itu usai laga.
Menurut Pattynama, mental dan organisasi permainan Timor Leste menjadi faktor utama yang merepotkan. Ia menambahkan, "Kami harus kerja ekstra keras untuk bisa mencetak gol. Ini pelajaran berharga bagi kami." Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan telak tidak selalu menggambarkan jalannya pertandingan secara utuh.
Gol di Babak Kedua yang Membuka Kebuntuan
Kebuntuan baru terpecahkan di babak kedua. Timnas Indonesia akhirnya berhasil membongkar pertahanan Timor Leste melalui serangan yang lebih terstruktur. Gol-gol yang tercipta tidak lepas dari instruksi pelatih Shin Tae-yong yang meminta para pemainnya untuk lebih sabar dalam membangun serangan dan memanfaatkan ruang di sisi sayap.
Setelah gol pertama tercipta, permainan Indonesia menjadi lebih cair. Timor Leste yang dipaksa keluar untuk mengejar ketertinggalan justru kebobolan dua gol tambahan. Skor akhir 3-0 pun menutup pertandingan, namun performa kurang meyakinkan di babak pertama menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Modal Penting Sebelum Hadapi Vietnam
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melakoni laga pamungkas penyisihan Grup B melawan Vietnam. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke semifinal sebagai juara grup. Jika mampu mengalahkan Vietnam, Indonesia dipastikan lolos dengan status juara grup dan menghindari juara Grup A.
Hasil ini juga mempertegas posisi Indonesia di klasemen sementara dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. Namun, catatan kebuntuan di babak pertama saat melawan Timor Leste menjadi sinyal bahwa lini serang masih perlu meningkatkan efektivitasnya. Evaluasi cepat diperlukan agar performa tim lebih konsisten selama 90 menit penuh.