BANJARNEGARA — Sekolah dasar yang nyaris kehilangan siswa dan terancam ditutup, justru menjadi tempat lahirnya atlet O2SN tingkat nasional. Kisah ini datang dari SD Negeri 7 Kandegan, Banjarnegara, yang dulu sepi peminat dan minim prestasi.
Alim Surahman, siswa kelahiran 2014, sukses menembus Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) setelah menyabet juara pertama di tingkat provinsi. Prestasi ini terbilang heroik karena ia menjadi satu-satunya tumpuan sekolah yang nyaris gulung tikar.
Hanya Tiga Siswa Putra, Dua Terganjal Usia
Sang pelatih, Oktavianto Hasto Prasetyo, mengungkapkan kondisi sulit saat awal menjaring bakat. Istri Hasto yang ditempatkan di SDN 7 Kandegan bercerita bahwa sekolah itu sempat akan di-regroup karena tidak ada siswa.
"Kebetulan istri saya ditempatkan di SDN 7 Kandegan. Di mana SDN 7 Kandegan itu mempunyai latar belakang yang dulu sekolahnya itu mau di-regroup karena tidak ada siswanya," kenang Hasto.
Demi mendongkrak nama baik sekolah, Hasto nekat mencari siswa untuk ajang O2SN dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Namun, keterbatasan jumlah murid membuatnya hanya menemukan tiga anak putra. Dua di antaranya terganjal masalah batas usia. Alim pun menjadi satu-satunya harapan.
Latihan Sebulan, Borong Tiga Medali Emas
Meski persiapan sangat mepet, bakat alami Alim berkembang pesat di bawah asuhan Hasto yang juga guru di SMP Negeri 1 Bawang. "Kami latih ya selama kurang lebihnya 1 bulan. Saya menempatkan dengan melihat kemampuan dia, saya latihan untuk lari 60 meter, kemudian tolak peluru," bebernya.
Di ajang O2SN, Alim mengikuti nomor Kangas Escape dan Formula One yang tergabung dalam Kids Athletics. Hasilnya luar biasa: juara 1 tingkat kecamatan, juara 1 tingkat kabupaten, hingga puncaknya juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya di O2SN, Alim juga menggila di ajang Popda tingkat kabupaten. Ia memborong juara 1 lari 60 meter dan juara 1 tolak peluru. Total tiga medali emas ia kantungkan dalam waktu bersamaan.
Berpasangan dengan Atlet Putri dari Pagedongan
Di tingkat nasional nanti, Alim tidak berjuang sendirian. Ia akan berpasangan dengan Nuril Hasna Kamalina, atlet putri berbakat dari SD Negeri 3 Gentansari, Kecamatan Pagedongan. Keduanya dipasangkan karena sama-sama menyandang gelar juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah di nomor Kangas Escape.
Kisah Alim menjadi bukti bahwa sekolah kecil sekalipun bisa melahirkan atlet nasional. Dengan bimbingan pelatih yang jeli melihat potensi, keterbatasan jumlah siswa bukan lagi penghalang untuk berprestasi di level tertinggi.