JAWA TENGAH — Desa Bojong di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, bukan daerah mudah dijangkau. Wilayah perbukitan dan infrastruktur terbatas membuat pasokan listrik kerap tidak stabil. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, peternak, dan pedagang kecil—semua sektor itu sangat tergantung pada energi.
BRI Peduli menjawab persoalan itu dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 17,4 kWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) 43,2 kWh. Sistem ini memungkinkan desa menyimpan energi matahari untuk digunakan kapan saja, termasuk malam hari.
Dampak Langsung: Warung Buka Sampai Malam, Anak Belajar Lebih Tenang
Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengatakan perubahan terasa sejak hari pertama PLTS beroperasi. "Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya," ujarnya.
Ia menambahkan, listrik yang stabil membuka peluang baru bagi usaha mikro. Warung kelontong, tempat jahit, hingga pengolahan hasil pertanian bisa beroperasi lebih lama. "Yang saya rasakan adalah tumbuhnya semangat dan optimisme masyarakat. Warga melihat bahwa desa kami tidak lagi tertinggal," imbuh Apad.
Komitmen BRI di Luar Layanan Perbankan
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan program ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan mendukung transisi energi nasional. "Ini adalah komitmen nyata BRI tidak hanya menghadirkan layanan perbankan hingga pelosok negeri, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat," ungkapnya.
BRI tidak mematok target jumlah desa yang akan dijangkau dalam waktu dekat. Namun, model PLTS off-grid seperti di Desa Bojong dinilai bisa direplikasi di daerah terpencil lain yang masih kekurangan akses listrik. Apad berharap program serupa menyebar ke lebih banyak desa. "Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses energi, kesempatan untuk berkembang, dan kehidupan yang lebih sejahtera," pungkasnya.