Gerakan Membaca Serentak Joglo Jateng Kembali Masuk Sekolah dan Madrasah di Kudus, Rembang, Demak

Penulis: Surya Dinata  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13:31 WIB
Pelajar MAN 2 Rembang mengikuti kegiatan membaca koran bersama dalam rangkaian MATAMUDA di madrasah setempat.

KUDUS — Gerakan Membaca Serentak yang digagas Joglo Jateng kembali berlanjut dengan menyasar sekolah dan madrasah di tiga kabupaten, yakni Kudus, Rembang, dan Demak. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan membaca media cetak di kalangan pelajar sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap informasi aktual.

Di Kabupaten Rembang, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Masa Ta'ruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN 2 Rembang. Para siswa baru diajak membaca koran bersama-sama sebagai sarana melatih kemampuan memahami informasi secara lebih mendalam.

Madrasah Padukan Literasi Koran dengan Program Membaca Al-Qur'an

Kepala MAN 2 Rembang, Ahmad Suhadak Solikin, menegaskan bahwa penguatan literasi menjadi fokus utama madrasahnya. Menurut dia, siswa tidak hanya dituntut gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi yang diterima.

"Literasi koran Joglo Jateng di madrasah merupakan hal yang baru. Dengan membaca koran, informasi yang diperoleh jauh lebih detail dan penguasaan materinya lebih baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan membaca bersama ini menghadirkan suasana kebersamaan yang membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan. Pihaknya berharap gerakan ini bisa menjadi agenda rutin, baik mingguan maupun bulanan.

Menariknya, MAN 2 Rembang berencana memadukan budaya membaca koran dengan program membaca Al-Qur'an yang sudah berjalan. Kombinasi ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara penguatan iman dan penguasaan ilmu pengetahuan.

"Membaca Al-Qur'an dan membaca koran akan menciptakan keseimbangan antara IMTAK dan IPTEK," katanya.

Guru Juga Didorong Aktif Menulis Melalui MGMP

Ke depan, budaya literasi di madrasah ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga para guru. Melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), para pendidik diharapkan mampu menghasilkan berbagai karya tulis.

Beberapa karya yang ditargetkan antara lain modul pembelajaran, video pembelajaran, karya tulis ilmiah, hingga resensi buku. Selain itu, ada pula antologi puisi serta penguatan majalah dinding dan Pojok Baca Madrasah di setiap kelas.

Rabu Literasi Jadi Andalan SMP Negeri 1 Kudus

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kudus, Abdul Rochim, menyebut penguatan literasi telah menjadi program rutin di sekolahnya. Salah satu wujudnya adalah program Rabu Literasi yang digelar setiap pekan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 40 menit pada jam pelajaran pertama. Para siswa diajak membaca bersama secara serentak di dalam kelas dengan pendampingan dari guru mata pelajaran.

Gerakan Membaca Serentak yang diinisiasi Joglo Jateng ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan alternatif sumber informasi bagi pelajar di tengah gempuran media digital. Kebiasaan membaca koran dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda dalam mengonsumsi berita, terutama dari sisi kedalaman dan detail informasi.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top