SMPN 5 Wonogiri Terapkan Program Kaline Etan Mili Ngiri, Padukan Literasi, Numerasi, dan Adiwiyata Sebelum Belajar

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:52:31 WIB
Siswa SMPN 5 Wonogiri mengikuti kegiatan literasi dan numerasi dalam program Kaline Etan Mili Ngiri sebelum memulai pembelajaran di kelas.

WONOGIRI — SMP Negeri 5 Wonogiri mengubah rutinitas pagi muridnya dengan program bertajuk Kaline Etan Mili Ngiri, sebuah akronim dari Tingkatkan Literasi, Numerasi serta Kedisiplinan Murid melalui Inovasi Kembang Imogiri. Inisiatif ini digagas Dewi Kustantini dan didukung penuh Kepala Sekolah Pudi Sri Maryatmo sebagai langkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.

Alih-alih langsung duduk di kelas, para siswa menjalani serangkaian kegiatan terstruktur dari Senin hingga Sabtu. Setiap hari memiliki tema berbeda agar murid tidak jenuh dan terbiasa dengan pola positif yang berkesinambungan.

Enam Aktivitas Pagi yang Berbeda Setiap Hari

Program ini mengusung enam jenis kegiatan dengan nama khas yang mudah diingat siswa. Setiap aktivitas dirancang untuk mengasah aspek berbeda, mulai dari spiritual hingga kreativitas seni.

  • Pacarcina (Upacara Bendera Cinta Tanah Air) setiap Senin.
  • Rasalima (Selasa Religi Spenma) untuk penguatan nilai spiritual.
  • Gitarama (Rabu Literasi Spenma) untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis.
  • Tapekare (Kamis Pembiasaan Religi) sebagai penguatan karakter religius.
  • Juwita (Jumat Sehat Adiwiyata) untuk menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.
  • Tamus (Tari dan Musik Bersama) setiap Sabtu untuk mengembangkan bakat seni.

Menggabungkan Ibadah dan Numerasi di Pagi Hari

Kegiatan pagi tidak hanya berfokus pada akademik. Siswa muslim mengisi waktu dengan sholat dhuha berjamaah dan hafalan surat pendek, sementara siswa beragama lain menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

Setelah kegiatan religius, murid dibiasakan membaca buku, menulis ringkasan, dan mengerjakan latihan numerasi. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari rutinitas harian yang memperkuat kesadaran ekologis siswa.

Alasan Program Ini Dirancang Tidak Monoton

Dewi Kustantini menjelaskan bahwa lahirnya Kaline Etan Mili Ngiri berawal dari kebutuhan menghadirkan pembiasaan pagi yang tidak membosankan namun tetap konsisten membentuk pola pikir positif siswa.

"Kaline Etan Mili Ngiri lahir dari keinginan untuk menciptakan pembiasaan pagi yang berkesinambungan dan tidak membosankan bagi siswa. Dengan menyinergikan peningkatan literasi dan numerasi bersama nilai kedisiplinan dan kepedulian lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi aliran kebaikan yang konsisten membentuk pola pikir positif murid," jelas Dewi Kustantini.

Dampak pada Kedisiplinan dan Antusiasme Belajar

Implementasi program ini mulai menunjukkan hasil nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Kemampuan literasi dan numerasi murid meningkat, diiringi tumbuhnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pembiasaan pagi yang variatif membuat siswa lebih antusias datang ke sekolah. Aktivitas belajar menjadi lebih hidup karena diawali dengan kegiatan yang membangun semangat dan mempererat kebersamaan antarmurid.

Dukungan Penuh Menuju Adiwiyata Nasional

Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berbudaya lingkungan.

"Keselarasan antara olah pikir, olah rasa, olah religi, dan kepedulian lingkungan ini menjadi modal mendasar dan energi baru bagi SMPN 5 Wonogiri untuk mantap melangkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional," ujar Pudi Sri Maryatmo.

Inovasi ini membuktikan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Pembentukan karakter dan budaya positif dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten setiap pagi.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top