KEBUMEN — Pondok Pesantren Raudlatul 'Ulum di Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, menjadi lokasi perdana pelaksanaan Go-Tren 2026 yang digagas Kemenag Kebumen. Pembukaan ditandai dengan senam sehat bersama santri serta kerja bakti membersihkan lingkungan pondok, simbol bahwa program ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan aksi langsung.
Go-Tren mengusung tema "Pesantren Berdaya, Negara Jaya". Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi lintas sektor, serta penguatan konsep Pesantren Ramah Anak. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kebumen, H. Fahrudin, menegaskan pembinaan harus menyentuh seluruh aspek kebutuhan pesantren.
"Melalui Go-Tren kami ingin menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan kebutuhan pesantren sehingga mampu memperkuat pesantren secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, perlindungan anak, maupun kemandirian ekonomi," ujar Fahrudin saat ditemui di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Kemenag Kebumen menyerahkan bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat sebesar Rp5 juta kepada Pondok Pesantren Raudlatul 'Ulum. Dana tersebut direncanakan untuk membeli peralatan usaha laundry yang dikelola santri. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesantren.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen, H. Salim Wazdy, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak. Menurutnya, karena santri tinggal 24 jam di pesantren, PHBS dan pengasuhan bebas perundungan menjadi prioritas. Hal ini juga dikuatkan oleh perwakilan Bupati Kebumen, Sukamto, yang menyebut program ini sejalan dengan visi "Kebumen Berdaya".
"Kolaborasi berbagai instansi menjadi kunci agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga lingkungan yang sehat, aman, bersih, dan mandiri," ujar Sukamto yang juga menjabat Kepala DPMPTSP Kebumen.
Acara turut dihadiri Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru serta perwakilan KUA, FKPP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan penyuluh agama. Kehadiran lintas sektor diharapkan memastikan pembinaan berkelanjutan. Melalui Go-Tren, Kemenag menargetkan seluruh pesantren di Kebumen semakin sehat, aman, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.