BANYUMAS — Maia Estianty menyoroti pentingnya pengelolaan bisnis yang konsisten, terencana, dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, banyak usaha gagal berkembang karena pemiliknya kurang cermat dalam menghitung biaya produksi hingga membangun merek.
“Pelaku usaha harus memperhitungkan biaya produksi, perpajakan, tenaga kerja, dan strategi pemasaran agar bisnis berkembang secara sehat,” kata Maia dalam acara yang juga dihadiri jajaran manajemen Ethos dan perwakilan Pemkab Banyumas.
Ia menilai, perempuan pelaku UMKM memiliki peran ganda yang luar biasa. Selain menjalankan usaha, mereka juga mengurus keluarga. “Ini adalah pekerjaan yang sangat mulia,” ujarnya.
Maia mengingatkan agar pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada penjualan. Pemahaman menyeluruh terhadap rantai bisnis, mulai dari produksi hingga distribusi, mutlak diperlukan.
“Kesabaran, ketekunan, serta promosi yang berkelanjutan menjadi kunci agar usaha mampu bertahan dan berkembang,” kata Maia di hadapan ratusan penerima bantuan.
Chairman PT Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno mengatakan, program CSR perusahaannya tidak hanya menyasar UMKM. Petani, peternak, hingga bantuan ketahanan pangan, beasiswa, dan pengobatan gratis juga menjadi sasaran.
“Strategi kami ke depan adalah mengintegrasikan keuntungan perusahaan untuk didistribusikan menjadi program terintegrasi. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana bisnis Ethos dan Yayasan Amal Bunda berjalan beriringan,” jelas Mukit.
Menariknya, dana untuk kegiatan sosial yayasan tidak berasal dari kewajiban zakat perusahaan, melainkan dari skema sedekah sukarela karyawan. Perusahaan menyediakan kotak donasi dan fasilitas pembayaran digital melalui kode QR untuk memudahkan karyawan bersedekah.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Banyumas Ahmad Suryanto mengapresiasi penyaluran CSR tersebut. Ia berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru.
“Termasuk dalam pengembangan sektor peternakan di Kecamatan Gumelar yang diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah,” kata Ahmad.
Ketua Yayasan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah menambahkan, kolaborasi ini telah membantu ratusan penerima manfaat. Pihaknya berkomitmen melanjutkan program untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Tentunya banyak terbantu, terutama pada saat menghadapi kesulitan. Dengan adanya program ini, kami merasa diperhatikan dan didukung untuk terus produktif,” pungkas Anita.