JAWA TENGAH — Sigenergy mengumumkan diskon besar-besaran untuk modul baterai SigenStor 9kWh. Program ini menyasar pemilik rumah yang ingin beralih ke energi surya mandiri tanpa terbebani biaya awal yang tinggi.
Keunikan penawaran ini terletak pada skema tumpuk subsidi. Diskon pabrikan sebesar $1.000 langsung digabungkan dengan insentif dari program Cheaper Home Batteries milik pemerintah Australia. Hasilnya, konsumen menghemat hingga $10.000 per paket pemasangan.
“Kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di rumah tangga Australia. Dengan skema ini, biaya masuk untuk memiliki sistem baterai rumah menjadi jauh lebih terjangkau,” demikian pernyataan resmi Sigenergy dalam rilisnya.
Kebijakan ini muncul di tengah prediksi harga BBM yang diperkirakan bertahan di atas $3,50 per galon. Bagi pemilik rumah di Australia, kombinasi harga BBM tinggi dan tagihan listrik membengkak membuat investasi baterai surya semakin masuk akal secara ekonomi. SigenStor 9kWh mampu menyimpan energi dari panel surya di siang hari untuk digunakan pada malam hari, mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik konvensional.
Dengan harga energi yang tak kunjung turun, diskon semacam ini menjadi pemicu bagi banyak keluarga untuk beralih ke sistem mandiri. Bagi konsumen Indonesia, skema ini menarik untuk dicermati—meski belum ada kabar serupa dari Sigenergy untuk pasar Asia Tenggara.
Sigenergy bukan satu-satunya pemain yang agresif di Australia. Tesla Powerwall dan Sungrow terus menggencarkan promosi. Namun, potongan harga langsung sebesar $1.000 plus subsidi pemerintah membuat SigenStor 9kWh menjadi salah satu opsi paling kompetitif di kelasnya saat ini. Program ini berlaku untuk pemasangan baru hingga kuota subsidi pemerintah habis.
Bagi pemilik rumah yang sudah lama menunda investasi baterai surya, kombinasi diskon ganda ini menjadi momentum yang tepat. Langkah Sigenergy jelas: membuat penyimpanan energi tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok di era harga energi tinggi.