Gubernur Ahmad Luthfi Terjunkan 4.620 Mahasiswa KKN Undip ke 10 Kabupaten untuk Program Kecamatan Berdaya

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 17:06:31 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi melepas 4.620 mahasiswa KKN Undip untuk program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.

SEMARANG — Sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026 resmi diterjunkan ke 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka akan menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jateng, Kecamatan Berdaya, yang menempatkan kecamatan sebagai pusat penguatan pembangunan desa.

Pelepasan ribuan mahasiswa berlangsung di Gedung Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung melepas para peserta KKN yang akan bertugas di berbagai wilayah, termasuk Boyolali dan Wonogiri.

Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Pemetaan Desa

Dalam program ini, mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka diminta membantu pemerintah membaca kondisi riil masyarakat secara lebih dekat. Setiap desa di Jawa Tengah—yang totalnya mencapai sekitar 7.810 desa—memiliki persoalan dan potensi yang berbeda-beda.

"Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah," kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah menjadi kunci program Kecamatan Berdaya. Masukan dari mahasiswa diharapkan bisa mempercepat pembangunan berbasis wilayah yang selama ini menjadi prioritas Pemprov Jateng.

Edukasi Kesehatan hingga Eco Enzyme: Program dari Bawah

Dua mahasiswa peserta KKN sudah menyiapkan program kerja berdasarkan temuan di lapangan. Lasma Siombing, mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip yang ditugaskan di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, akan fokus pada edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah.

Materi yang disiapkan mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pemeriksaan atau screening gigi. Program ini menyasar kebutuhan dasar kesehatan masyarakat desa yang kerap terbatas aksesnya.

Sementara itu, Naila Safa Zuri dari Fakultas Sains dan Matematika Undip akan mengolah sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rencana ini muncul setelah kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa setempat.

Kecamatan Berdaya: Strategi Pembangunan dari Pinggiran

Program Kecamatan Berdaya menjadi salah satu strategi Pemprov Jateng untuk mempercepat pembangunan dari tingkat bawah. Dengan menggandeng perguruan tinggi, pemerintah berharap program ini mendapat dukungan akademik dan pendampingan langsung di masyarakat.

Kehadiran mahasiswa di desa, lanjut Luthfi, diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga. KKN pun diarahkan agar bergerak melampaui kewajiban akademik, sekaligus menjadi bagian dari kerja pemberdayaan masyarakat.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: magelangekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top