SEMARANG — Dorongan agar BUMD sektor pangan lebih adaptif disampaikan Sarif Abdillah di tengah melimpahnya potensi pertanian dan kelautan di Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Kakung ini menilai, pengelolaan yang optimal terhadap sumber daya daratan dan lautan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sarif Abdillah menekankan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar BUMD mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pasar yang terus berubah. Saat ini, Jawa Tengah memiliki Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD yang bergerak di bidang pangan, pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan.
Keberadaan BUMD tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Lebih dari itu, BUMD diharapkan mampu memastikan kelancaran rantai pasok dari tingkat produksi hingga distribusi, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu poin kritis yang disoroti Kakung adalah perlunya BUMD berpihak kepada petani dan nelayan sebagai pelaku utama produksi. Selama ini, keuntungan yang lebih besar justru banyak dinikmati oleh rantai distribusi, sementara produsen belum memperoleh nilai ekonomi yang seimbang.
"Kehadiran BUMD harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani sebagai produsen, sekaligus menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil," ujar Sarif Abdillah.
Penguatan BUMD dinilai sejalan dengan upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Melalui inovasi dan modernisasi, BUMD diharapkan dapat menjadi penyeimbang pasar yang menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.
Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan BUMD juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi sektor swasta, serta menjadi penyangga pada sektor-sektor penting yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
"BUMD harus mampu hadir sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," pungkasnya.