IHSG Ditargetkan ke 5.985, Volume Transaksi Sepi Jadi Sinyal Waspada

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 09:39:01 WIB
IHSG diperkirakan mencapai level 5.985 dengan volume transaksi yang menurun signifikan.

JAWA TENGAH — Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebut IHSG masih berada dalam tren naik yang kuat. Berdasarkan analisis Fibonacci retracement, target terdekat indeks berada di level 5.985, sementara support krusial yang perlu dijaga ada di 5.739.

"Indikator MACD menunjukkan sinyal netral," kata Ivan dalam risetnya, Selasa (7/7). Ia menambahkan, level support IHSG berada di 5.607, 5.472, dan 5.314. Sementara itu, level resistance membentang dari 5.847 hingga 6.835.

Volume Anjlok, Investor Domestik Mendominasi

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mencatat volume perdagangan hanya mencapai 19,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,4 triliun. Angka ini jauh dari rata-rata harian yang biasanya mencapai 41 miliar saham dan Rp 24 triliun.

Minimnya volume disebut karena dominasi investor domestik dan aksi wait-and-see di tengah maraknya penawaran umum perdana (IPO). Faktor musiman seperti libur sekolah dan Piala Dunia 2026 juga ikut menekan aktivitas pasar.

Meski demikian, secara teknikal IHSG masih berpotensi menguji level 6.000, menurut Phintraco Sekuritas.

Rekomendasi Saham: ADRO, EMTK, hingga RATU

Ivan dari BinaArtha Sekuritas merekomendasikan lima saham dengan target harga spesifik. Berikut rinciannya:

  • ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk) — target Rp 2.400
  • BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) — target Rp 3.430
  • CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk) — target Rp 3.410
  • EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk) — target Rp 550
  • ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk) — target Rp 7.300

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memiliki jajaran rekomendasi berbeda, termasuk BBRI, RAJA, BRIS, RATU, dan BUVA. Saham RATU (PT Raharja Energi Cepu Tbk) menjadi satu-satunya yang masuk dalam rekomendasi kedua broker.

Apa Arti Level Support dan Resistance bagi Investor?

Support adalah area harga yang diyakini sebagai titik terendah sementara. Ketika harga menyentuh level ini, biasanya terjadi peningkatan pembelian yang mendorong harga naik kembali. Sebaliknya, resistance merupakan level tertinggi yang memicu aksi jual besar sehingga laju kenaikan tertahan.

MACD, indikator yang disebut Ivan, adalah alat analisis teknikal untuk mengukur tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top