JAKARTA — Nanik S Deyang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sebuah posisi strategis yang mengawal program gizi nasional. Pelantikan ini mengukuhkan rekam jejaknya yang panjang dan beragam, mulai dari jurnalis senior hingga menjadi bagian dari tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.
Sebelum terjun ke dunia politik, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior yang lama berkarier di media nasional. Pengalamannya di dunia pemberitaan membentuk naluri kritis dan pemahamannya terhadap isu-isu publik, terutama yang berkaitan dengan kebijakan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Setelah meninggalkan dunia jurnalistik, ia beralih ke panggung politik. Ia tercatat sebagai salah satu anggota tim sukses Prabowo Subianto, yang membuatnya akrab dengan dinamika strategi politik nasional. Peran ini pula yang kemudian membawanya pada pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita hoaks yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet.
Penunjukan Nanik S Deyang dianggap sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengawal program prioritas di bidang gizi. Badan Gizi Nasional sendiri bertanggung jawab atas koordinasi dan pelaksanaan program-program perbaikan gizi masyarakat, termasuk pencegahan stunting yang menjadi fokus utama pemerintah.
Latar belakang Nanik sebagai jurnalis senior dinilai dapat membawa perspektif baru dalam komunikasi publik dan advokasi program gizi. Sementara pengalamannya di tim sukses Prabowo memberinya pemahaman tentang cara membangun konsensus dan mengelola kebijakan publik di tingkat nasional.
Nama Nanik S Deyang sempat mencuat ke publik pada 2018 saat ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita bohong yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Saat itu, ia diperiksa terkait keterlibatannya dalam penyebaran informasi palsu yang menyebut Ratna menjadi korban penganiayaan.
Kasus tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam rekam jejaknya. Meski hanya berstatus saksi, pemeriksaan itu sempat menjadi sorotan media dan menjadi bagian dari narasi politik yang lebih besar saat itu. Kini, dengan jabatan barunya, publik menanti bagaimana ia akan menjalankan amanat tersebut.
Badan Gizi Nasional memiliki tugas besar dalam menekan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Program-program yang dijalankan mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif, mulai dari pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, hingga penguatan sistem pangan lokal.
Dengan pengalamannya yang lintas sektor, Nanik S Deyang diharapkan mampu menjembatani kepentingan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil, dalam mewujudkan target gizi nasional.
Apa tugas utama Kepala Badan Gizi Nasional?
Kepala BGN bertugas memimpin perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang gizi, termasuk koordinasi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
Mengapa latar belakang Nanik S Deyang sebagai jurnalis dan timses dianggap relevan?
Pengalaman sebagai jurnalis membantunya dalam komunikasi publik dan advokasi kebijakan, sementara perannya di tim sukses memberinya wawasan tentang strategi politik dan birokrasi yang diperlukan untuk mengelola program nasional.