BANJARNEGARA — Ribuan purnatugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banjarnegara masih memegang peran penting di tengah masyarakat. Mereka aktif mengelola masjid, duduk di Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga menginisiasi pendirian Sekolah Lansia Istiqomah.
Hal ini mengemuka dalam peringatan HUT ke-64 PWRI Kabupaten Banjarnegara yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 1 Mandiraja, Sabtu (8/8/2026). Organisasi ini tercatat sebagai yang terbesar ketiga di Jawa Tengah, dengan jumlah anggota mencapai 2.500 orang, di bawah Kabupaten Wonogiri dan Klaten.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, yang hadir mewakili Bupati, mengaku takjub dengan vitalitas yang ditunjukkan oleh para anggota PWRI. Ia menyebut semangat mereka justru mengalahkan energi para aparatur yang masih aktif bekerja.
"Jujur, saya merasa kalah semangat. Pancaran energi dan kesehatan para senior di sini sangat luar biasa dan menginspirasi kami yang masih aktif," ungkap Hendro di hadapan para anggota PWRI.
Menurut Hendro, pensiun hanyalah purna dari jabatan formal di pemerintahan. Namun, esensi pelayanan publik tidak pernah berakhir, dan para wredatama telah membuktikannya dengan tetap berkontribusi di berbagai bidang kemasyarakatan.
Ketua PWRI Banjarnegara, Oetomo, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema "Satu Tekad Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama demi Kesejahteraan Bersama". Acara sengaja diselenggarakan secara bergilir di setiap eks-kawedanan, dan tahun ini Eks-Kawedanan Purworejo Klampok serta Kecamatan Mandiraja dipercaya menjadi tuan rumah.
Oetomo menegaskan bahwa PWRI bukan sekadar tempat berkumpul. Organisasi ini merupakan wadah tunggal bagi purnatugas dari seluruh kementerian, pegawai BUMN/BUMD, mantan pejabat negara, hingga purna kepala desa dan perangkat desa.
"PWRI bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah tunggal bagi purnatugas Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh kementerian, pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD), mantan pejabat negara, hingga purna kepala desa dan perangkat desa," kata Oetomo.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus memberikan piagam penghargaan dan bebungah khusus kepada para anggota senior yang berusia di atas 80 tahun. Mereka dinilai masih aktif berkontribusi dan menjadi teladan bagi generasi purnatugas yang lebih muda.
Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Hendro Martoyo, mendorong pemerintah daerah untuk terus mendukung penerapan stelsel pasif atau keanggotaan otomatis bagi setiap ASN yang memasuki masa purnatugas. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memfasilitasi transfer pengalaman dari para senior kepada generasi penerus.