Truk Otonom California Digugat, 400.000 Sopir Terancam Kehilangan Pekerjaan

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:56:31 WIB
California Teamsters mengajukan gugatan hukum terhadap aturan truk otonom di California.

JAWA TENGAH — California Teamsters, serikat pekerja yang mewakili puluhan ribu sopir truk, mengajukan gugatan hukum ke pengadilan negara bagian pada pekan ini. Gugatan tersebut menyasar sejumlah lembaga, termasuk Departemen Kendaraan Bermotor (DMV), Departemen Keuangan, dan kantor Gubernur Gavin Newsom, terkait aturan yang memungkinkan truk otonom melintas di jalan raya California.

Inti permasalahan bermula dari langkah DMV California pada April lalu. Aturan baru itu secara resmi mencabut larangan lama untuk kendaraan niaga besar tanpa awak, sekaligus menyiapkan kerangka uji coba untuk truk ringan dan berat. Jika diimplementasikan penuh, jalan raya California berpotensi dipenuhi truk semi tanpa sopir dalam beberapa tahun ke depan.

400.000 Pekerjaan Terancam, Ekonomi Studi Diabaikan

Dalam dokumen gugatan yang dikutip Politico, serikat pekerja menyebut regulasi ini sebagai "ancaman eksistensial" bagi ratusan ribu pekerja. Data yang mereka kumpulkan menunjukkan potensi penghapusan lebih dari 200.000 posisi sopir truk karyawan tetap di California. Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 200.000 sopir lepas yang menggantungkan hidup pada pekerjaan serupa.

California memang tercatat sebagai negara bagian dengan jumlah sopir truk terbanyak di Amerika Serikat. Sektor ini menjadi tulang punggung logistik di pelabuhan Los Angeles dan Long Beach, dua gerbang impor terbesar di negara itu.

Tim kuasa hukum Teamsters juga menyoroti pelanggaran prosedural. Mereka menuding DMV sengaja memangkas proses pembuatan aturan dan melewati kewajiban kajian ekonomi yang seharusnya mengukur dampak sosial dari kebijakan tersebut. "DMV secara tidak bertanggung jawab, ceroboh, dan melanggar hukum dengan merahasiakan biaya ekonomi serta kemanusiaan dari regulasi ini," ujar Julie Gutman Dickinson, pengacara yang mewakili Teamsters, dalam pernyataan resminya.

Taruhan Bisnis Rp 297 Triliun di Tengah Perubahan Kepemimpinan

Di sisi lain, industri truk otonom AS diproyeksikan tumbuh hingga USD 18 miliar (sekitar Rp 297 triliun) pada 2030. Gugatan ini secara eksplisit menyebutkan bahwa industri tersebut mengincar California sebagai pasar utama untuk mencapai target tersebut.

Gubernur Newsom sendiri dikenal sebagai pendukung kuat industri kendaraan otonom. Ia telah dua kali memveto RUU yang diajukan serikat buruh untuk membatasi teknologi otonom pada truk besar dan kendaraan pengiriman. Kantor gubernur dan DMV menolak berkomentar soal gugatan ini.

Tekanan politik kini bergeser ke pemilihan gubernur berikutnya. Kandidat kuat dari Partai Demokrat, Xavier Becerra, sebelumnya sempat menyatakan dukungannya terhadap sopir manusia setelah menerima desakan dari serikat pekerja. Lewat akun X-nya, ia menulis: "Truk tanpa awak — kendaraan terberat di jalan raya — harus mengalah demi keselamatan dan lapangan kerja."

Jika gugatan Teamsters berhasil menunda implementasi aturan hingga gubernur baru dilantik tahun depan, regulasi truk otonom California berpotensi dibatalkan total. Keputusan pengadilan dalam kasus ini akan menjadi penentu arah kebijakan transportasi di negara bagian dengan ekonomi terbesar kelima di dunia itu.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top