Telkom Catat Pertumbuhan Solid di Paruh Pertama 2026, Bisnis Data Center dan B2B ICT Jadi Mesin Baru

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:04:31 WIB
Direktur Utama Telkom memaparkan capaian kinerja perusahaan pada paruh pertama 2026 di kantor pusatnya, Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Transformasi Telkom dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi penyedia infrastruktur digital mulai menunjukkan hasil nyata. Di tengah tekanan industri telekomunikasi global, perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan menggenjot segmen-segmen baru yang punya nilai tambah lebih tinggi.

NeutraDC Disiapkan Jadi Pengelola Tunggal Seluruh Aset Data Center

Salah satu andalan utama pertumbuhan Telkom adalah bisnis pusat data. Melalui anak usahanya, NeutraDC, perseroan tengah memperkuat posisi sebagai pemain infrastruktur digital kawasan Asia Tenggara.

Langkah konsolidasi tengah disiapkan agar NeutraDC menjadi pengelola terpusat untuk seluruh aset data center di lingkungan TelkomGroup. Dengan skema ini, perseroan ingin memperluas jangkauan layanan, mengoptimalkan nilai aset, dan menggandeng mitra strategis untuk mendorong pertumbuhan.

Permintaan infrastruktur digital memang terus meningkat, terutama dari perusahaan teknologi global yang membutuhkan kapasitas komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Segmen B2B dan Internasional Tumbuh, Bisnis Lama Dikeruk Ulang

Di lini bisnis enterprise atau B2B ICT, Telkom mencatat pendapatan Rp7,3 triliun pada periode tersebut. Angka ini tumbuh 35,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun perseroan masih dalam proses restrukturisasi portofolio dan penyederhanaan lini usaha.

Sementara itu, segmen bisnis internasional membukukan pendapatan Rp5,7 triliun. Manajemen tengah menggeser komposisi bisnis ke layanan konektivitas dan solusi digital yang marginnya lebih tinggi, sekaligus mengurangi porsi bisnis lama seperti voice hubbing internasional.

Langkah ini diyakini bakal memperbaiki margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan kapasitas baru kabel bawah laut internasional juga disebut meningkat, didorong dinamika geopolitik global dan kebutuhan ekspansi pusat data perusahaan teknologi besar dunia.

Mengapa Transformasi Ini Penting bagi Konsumen dan Investor

Bagi pelanggan korporasi, pergeseran fokus Telkom berarti pilihan layanan digital yang lebih luas, mulai dari komputasi awan, pusat data, hingga konektivitas internasional berkecepatan tinggi. Bagi investor, perubahan ini menjadi sinyal bahwa Telkom serius meninggalkan bisnis warisan yang marginnya tipis.

Kinerja semester pertama ini menjadi batu loncatan bagi Telkom untuk mencapai target jangka menengah dalam program TLKM 30, yang menekankan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis bernilai tambah.

Dengan strategi yang lebih tajam di segmen digital, Telkom berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar telekomunikasi Indonesia sekaligus bersaing di kancah regional.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: ipol.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top