Musim Kemarau, Warga Desa Kemitir Sumowono Andalkan Droping Air Bersih Usaha Bor Sumur Berkali-kali Nihil

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 17:13:01 WIB
Warga Desa Kemitir mengandalkan droping air bersih selama musim kemarau akibat sumur bor gagal.

UNGARAN — Kebutuhan air bersih warga Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, sepenuhnya bergantung pada dropping air bersih saat musim kemarau tiba. Upaya warga untuk mengatasi krisis secara mandiri melalui pembuatan sumur bor telah dilakukan berkali-kali, namun hasilnya nihil.

Usaha Bor Sumur Gagal, Warga Terpaksa Antre Droping Air

Warga setempat mengaku sudah beberapa kali mencoba menggali sumur bor di pekarangan rumah. Namun, struktur tanah yang keras dan kedalaman air tanah yang ekstrem membuat setiap upaya tersebut gagal total.

"Sudah berkali-kali kami bor, hasilnya tidak ada air. Akhirnya kami pasrah dan hanya menunggu dropping dari desa atau dari relawan," ujar seorang warga Kemitir, Jumat (20/9/2024).

Droping Air Bersih Jadi Andalan Utama di Puncak Kemarau

Pemerintah Desa Kemitir bersama relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang rutin mengirimkan droping air bersih. Pasokan ini didistribusikan ke titik-titik yang telah ditentukan agar merata.

Satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter biasanya habis dalam sehari untuk melayani puluhan kepala keluarga (KK). Warga membawa jeriken dan ember untuk menampung air di lokasi dropping.

Krisis Air Meluas, Sumowono Jadi Langganan Kekeringan

Kecamatan Sumowono memang dikenal sebagai salah satu wilayah langganan kekeringan saat kemarau. Kondisi geografis perbukitan dan minimnya sumber mata air permukaan membuat desa-desa di sana sangat rentan.

Selain Kemitir, beberapa desa lain di Sumowono juga mengalami nasib serupa. Pemerintah daerah terus mengupayakan solusi jangka panjang, seperti pembangunan jaringan perpipaan dari sumber mata air yang lebih stabil.

Warga Berharap Ada Solusi Permanen

Warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan dropping air yang sifatnya sementara. Mereka meminta agar ada program pembuatan sumur dalam atau jaringan air bersih yang bisa diandalkan sepanjang tahun.

"Droping hanya bertahan beberapa hari. Kami ingin ada solusi permanen, supaya saat kemarau tidak cemas lagi," tambah warga lainnya.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top