SEMARANG — Penemuan bermula saat seorang tukang bangunan mencurigai bungkusan plastik di area yang sedang direnovasi. Ketika dibuka, isinya ternyata sebuah mortir yang disinyalir masih aktif. Pekerja tersebut langsung melapor kepada pemilik rumah dan pihak kepolisian.
Polsek Banyumanik yang tiba di lokasi segera mengamankan area dan berkoordinasi dengan Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Paldam IV/Diponegoro. Tim yang dipimpin Peltu Ganet langsung melakukan evakuasi terhadap mortir tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak. Segera amankan lokasi dan laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (7/8/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, mortir tersebut ternyata sudah tersimpan sejak puluhan tahun lalu. Almarhum Suharto, kakek dari salah seorang saksi, disebut pernah menemukan benda itu saat mencangkul di sawah dan kemudian membawanya pulang untuk disimpan. Keberadaan mortir baru terkuak kembali saat proses pembongkaran rumah yang akan direnovasi dilakukan.
Proses evakuasi oleh Tim Jihandak berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Mortir tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke lokasi khusus milik Paldam IV/Diponegoro untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Hengky memastikan seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan benda mencurigaan serupa. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Hengky.