SEMARANG — Jalan Tanjakan Kalipancur yang menghubungkan Semarang bawah dengan Kecamatan Gunungpati menjadi perhatian serius Pemkot Semarang. Ruas strategis ini mengalami kerusakan parah akibat tingginya volume kendaraan berat, terutama truk tambang yang kerap melintas dengan muatan berlebih.
Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pendekatan perbaikan harus bersifat komprehensif, bukan sekadar solusi sementara. Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menyiapkan tim teknis untuk turun ke lapangan.
"Perbaikan fisik jalan yang rusak menjadi tanggung jawab DPU Kota Semarang. Namun, agar persoalan ini benar-benar selesai, diperlukan sinergi dengan berbagai pihak," ujar Agustina dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak boleh terus berulang. Oleh karena itu, Pemkot mendorong penguatan koordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang untuk menindak kendaraan yang melanggar ketentuan muatan.
Agustina menyoroti aktivitas usaha galian di tingkat hulu sebagai faktor utama penyebab kerusakan. Ia menilai pengawasan terhadap operasional tambang harus diperketat.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng yang memiliki kewenangan terkait perizinan dan pengawasan operasional tambang. Harapannya, penanganan tidak hanya memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga mengatasi penyebabnya," pungkasnya.
Langkah ini diambil karena kewenangan perizinan dan pengawasan pertambangan berada di tingkat provinsi. Pemkot Semarang berharap ada solusi tuntas yang memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan di kawasan Kalipancur.