SEMARANG — Pasar aset kripto tanah air, termasuk komunitas trader di Solo dan Semarang, mencatatkan reli harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Penguatan ini membalikkan tren penurunan yang berlangsung hampir sepekan, yang dipicu oleh tekanan arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot dan sentimen makro ekonomi global. Data menunjukkan level support kuat berhasil menahan laju penurunan, memicu aksi beli baru.
Para pelaku pasar melihat bahwa area harga terendah pekan lalu menjadi titik balik. Faktor teknis, seperti dominasi pembeli di kisaran support, disebut lebih kuat dibanding tekanan jual dari investor institusi. Sentimen ini diperkuat oleh aksi akumulasi dari pedagang ritel yang menunggu harga murah.
“Setelah outflow ETF mereda, pasar kembali mencari keseimbangan. Level ini sudah diuji beberapa kali, dan kali ini buyer lebih agresif,” ujar seorang analis kripto yang berbasis di Semarang, Senin (10/2/2025).
Penurunan sebelumnya tidak lepas dari tiga faktor utama. Pertama, rotasi modal besar-besaran dari Bitcoin ke aset lain seperti saham teknologi dan obligasi. Kedua, data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan sempat menekan aset berisiko. Ketiga, tekanan arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot yang mencapai rekor harian pada pekan lalu.
Meski demikian, para analis menilai tekanan tersebut bersifat sementara. Arus dana ke ETF Bitcoin kembali positif dalam dua sesi terakhir, menandakan kepercayaan investor institusi belum sepenuhnya pudar.
Pertanyaan kini beralih pada apakah reli ini mampu menembus level resisten terdekat. Jika berhasil, tren bullish jangka pendek berpotensi terbentuk. Namun, volatilitas masih tinggi dan pelaku pasar diimbau mencermati data makro pekan ini, termasuk klaim pengangguran AS dan notulen rapat bank sentral.
Di sisi lain, komunitas kripto di Jawa Tengah, terutama di Kota Solo dan Semarang, mulai kembali aktif melakukan transaksi harian. Beberapa grup diskusi lokal mencatat peningkatan volume tanya jawab seputar strategi entry dan exit posisi.
Meski harga naik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti terus mengingatkan risiko tinggi aset kripto. Fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat masih menjadi karakter utama pasar ini. Pedagang pemula disarankan tidak terbawa euforia dan tetap menggunakan manajemen risiko yang ketat.
“Jangan sampai kenaikan hari ini membuat lalai. Pasar kripto bisa berbalik arah kapan saja,” tambah sumber yang sama.