4 Perpustakaan Estetik dan Gratis di Solo Jadi Alternatif Tempat Nugas, dari Sakalasastra BI hingga Sheikh Zayed

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 06 Juli 2026 | 16:55:01 WIB
Perpustakaan Sakalasastra BI Solo menawarkan koleksi buku ekonomi lengkap dengan suasana tenang dan pencahayaan alami.

SURAKARTA — Mencari tempat mengerjakan tugas atau bekerja tanpa biaya sewa di Kota Solo kini tidak lagi sulit. Setidaknya ada empat perpustakaan umum yang menawarkan fasilitas lengkap, suasana estetik, dan akses internet gratis bagi pengunjung.

Keempat lokasi tersebut adalah Perpustakaan Sakalasastra Bank Indonesia (BI), Perpustakaan Monumen Pers Nasional, Perpustakaan Sheikh Zayed, dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Surakarta. Masing-masing memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari arsitektur bangunan hingga koleksi buku yang tersedia.

Perpustakaan Sakalasastra BI: Koleksi Ekonomi dan Suasana Tenang

Terletak di kompleks Kantor Perwakilan BI Solo, perpustakaan ini dikenal dengan koleksi buku ekonomi dan perbankan yang lengkap. Suasana di dalamnya sangat tenang, cocok untuk pengunjung yang membutuhkan konsentrasi penuh. Area baca yang luas dan pencahayaan alami menjadi nilai tambah.

Monumen Pers: Destinasi Sejarah dan Ruang Baca Unik

Perpustakaan Monumen Pers Nasional menawarkan pengalaman berbeda. Selain menyimpan arsip pers sejak era kolonial, tempat ini memiliki ruang baca dengan desain interior klasik. Bagi yang tertarik pada sejarah jurnalistik dan komunikasi, tempat ini menjadi pilihan ideal.

Sheikh Zayed: Arsitektur Megah dan Fasilitas Modern

Perpustakaan Sheikh Zayed yang berlokasi di kawasan Gilingan menjadi salah satu ikon baru Solo. Bangunannya megah dengan sentuhan arsitektur Timur Tengah. Fasilitasnya modern, termasuk ruang diskusi, area anak, dan koneksi Wi-Fi cepat. Tempat ini kerap menjadi favorit mahasiswa untuk belajar kelompok.

Perpusda Surakarta: Pilihan Terdekat di Pusat Kota

Bagi warga yang tinggal di pusat Kota Solo, Perpustakaan Daerah Surakarta di Jalan Bhayangkara menjadi opsi paling strategis. Koleksi bukunya cukup variatif, mencakup pengetahuan umum, fiksi, dan referensi lokal. Tempat ini juga rutin mengadakan kegiatan literasi untuk masyarakat.

Seluruh perpustakaan ini buka pada jam kerja dan tidak memungut biaya masuk. Pengunjung hanya perlu membawa kartu identitas untuk registrasi keanggotaan di beberapa lokasi. Dengan fasilitas yang terus diperbarui, keempat perpustakaan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas warga Solo tanpa harus mengeluarkan biaya sewa tempat.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top