JAWA TENGAH — Kurs tengah pasar dirham Uni Emirat Arab berada di kisaran Rp4.870 per dirham, naik tipis sekitar Rp3 atau 0,06% dari penutupan sebelumnya di Rp4.867. Penguatan ini mengikuti pergerakan dolar AS terhadap rupiah yang dibuka menguat ke rentang Rp17.868–Rp17.873. Karena dirham dipatok ke dolar AS di level 3,6725, arah kurs dirham ke rupiah praktis ditentukan oleh dinamika greenback di pasar domestik.
Data kurs tengah pasar yang dihimpun dari Wise per Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menempatkan satu dirham setara Rp4.870. Posisi itu berada di tengah rentang 30 hari terakhir. Perlu dicatat, angka ini bukan kurs real-time dan bisa berbeda dari kurs jual-beli yang dipasang bank maupun money changer.
Di sisi lain, rupiah ditutup menguat 12 poin ke Rp17.887 per dolar AS pada Rabu (7/10), lalu dibuka menguat lagi ke kisaran Rp17.868–Rp17.873 pada Kamis (8/10). Pergerakan mata uang Garuda itu menjadi faktor utama yang menentukan kurs dirham terhadap rupiah.
Rincian Konversi Dirham ke Rupiah
Dengan patokan kurs tengah Rp4.870 per dirham, berikut estimasi konversi untuk sejumlah nominal yang paling sering dicari pekerja migran maupun wisatawan:
- 1 dirham = sekitar Rp4.870
- 100 dirham = sekitar Rp487.000
- 500 dirham = sekitar Rp2.435.000
- 1.000 dirham = sekitar Rp4,87 juta
Untuk arah sebaliknya, Rp100.000 setara sekitar 20,53 dirham, sementara Rp1.000.000 setara sekitar 205,34 dirham. Semua angka ini berbasis kurs tengah pasar, bukan kurs yang berlaku saat penukaran tunai.
Tiga Sentimen yang Menekan Rupiah
Pengamat pasar Ibrahim Assuaibi menyoroti serangan Houthi ke target Arab Saudi, pernyataan Iran bahwa Selat Hormuz tetap tertutup sampai tuntutan AS dipenuhi, serta kebuntuan hubungan AS-Iran sebagai sentimen yang membebani pasar. Ketiga faktor geopolitik itu membuat investor menahan posisi di aset berisiko.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak melemah di kisaran Rp17.850 sampai Rp17.950. Proyeksi itu memberi gambaran bahwa tekanan terhadap mata uang domestik belum sepenuhnya reda dalam jangka pendek.
Ekonomi UEA Tetap Ekspansif
PMI manufaktur Uni Emirat Arab September tercatat 55,3, tidak berubah dari level tertinggi 20 bulan pada Agustus. Pertumbuhan output menjadi yang tercepat sejak Februari, sedangkan pesanan ekspor baru tumbuh paling cepat sejak November 2024, mengutip laporan S&P Global.
Harga output naik paling tajam sejak Mei 2011. Meski begitu, optimisme bisnis masih rendah dan mendekati level terendah pada Maret. Bank Sentral UEA mempertahankan Base Rate di 3,65% dan menjaga peg dirham ke dolar AS.
Di pasar saham kawasan, indeks DFM Dubai ditutup datar di 5.907 dan indeks Abu Dhabi turun 0,2% ke 9.993 pada 6 Oktober. Serangan kapal tanker di lepas pantai Qatar turut disebut sebagai pemicu pergerakan harga minyak.
Yang Perlu Dicek Pekerja Migran dan Wisatawan
Bagi pekerja migran Indonesia di UEA yang rutin mengirim uang ke keluarga, membandingkan kurs saja tidak cukup. Total rupiah yang diterima di rekening penerima adalah angka yang paling menentukan, karena layanan dengan kurs mendekati kurs tengah bisa kalah menguntungkan dibanding penyedia tanpa biaya transfer dengan kurs lebih rendah.
Wisatawan yang akan ke Dubai disarankan menukar rupiah ke dirham di bank atau Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) bukan bank yang berizin Bank Indonesia. Hindari menukar seluruh dana di bandara. Status penerbangan juga perlu dicek ulang karena jadwal di kawasan Teluk masih rentan berubah.
Alternatif Eksposur Dolar AS di Luar Rekening Valas
Karena dirham dipatok ke dolar AS, pergerakan kurs dirham ke rupiah pada dasarnya mengikuti kurs dolar AS ke rupiah. Sebagian investor memantau instrumen aset digital bernama stablecoin, yaitu aset kripto yang nilainya dirancang mengikuti mata uang tertentu, umumnya dolar AS, dengan rasio 1:1.
Di Pintu, stablecoin dolar AS seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) dapat ditransaksikan langsung dengan rupiah selama 24 jam, termasuk akhir pekan ketika pasar valas konvensional tutup. Namun stablecoin bukan alat pembayaran sah di Indonesia maupun UEA, sehingga tidak bisa menggantikan dirham tunai untuk kebutuhan wisata atau kiriman uang.
Harga stablecoin dalam rupiah juga bisa berbeda dari kurs dolar AS di bank dan tetap menyimpan risiko, termasuk kehilangan patokan nilai atau risiko dari penerbitnya. Aplikasi Pintu sendiri berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).