KENDAL — Paman korban, Agus Dwi Nugroho, memastikan jasad tersebut adalah keponakannya setelah mencocokkan sejumlah ciri fisik di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (6/10/2026) malam. Donna tinggal sendiri di rumah yang berhadapan dengan kediaman Agus, sehingga keluarga bisa mengawasi kesehariannya.
Agus menyebut dirinya dan istri sudah menganggap Donna seperti anak sendiri. Orang tua korban tinggal di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, sehingga korban sehari-hari hidup mandiri di Sarirejo.
Ciri yang Membuat Keluarga Yakin Itu Donna
Keluarga mengenali jasad itu dari sejumlah tanda yang melekat pada korban. Agus menyebut ciri-ciri tersebut sama persis dengan keponakannya.
"Ciri-cirinya juga sama, jumper hitam yang selalu dipakai korban, celana jeans warna hitam, ikat pinggang celana dengan tali sepatu, mata ikan pada kaki dan rambut ikal," papar Agus.
Kabar kematian itu datang tanpa persiapan. Agus mengaku kaget saat polisi mendatangi rumahnya dan memberitahu bahwa Donna ditemukan meninggal dunia.
"Kaget waktu ada polisi yang datang ke rumah dan memberi tahu bahwa Donna ditemukan meninggal dunia. Jantung saya sampai detak keras dan lemas badan ini," jelasnya.
Terakhir Terlihat Naik Motor Sabtu Malam
Donna terakhir terlihat keluarga pada Sabtu (26/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Ia pergi sendiri mengendarai sepeda motor dengan jumper hitam yang selalu dipakainya.
"Saya itu lihat Donna terakhir kali ya seminggu yang lalu, waktu itu malam Minggu atau Sabtu (26/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dia pergi sendiri naik motor pakai jumper hitam itu," terang Agus.
Minggu (27/9) pagi, istri Agus sempat melihat korban pulang sebelum pergi lagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, istri Agus mendengar kabar kecelakaan di dekat pasar pagi Kaliwungu dan langsung menelepon korban untuk memastikan kondisinya.
Saat itu Donna menjawab bahwa dirinya sedang berada di Desa Karangtengah, Kaliwungu. Namun sekitar pukul 09.10 WIB, istri Agus kembali mencoba menghubungi dan handphone korban sudah tidak aktif.
"Sejak dari situ, kami coba untuk hubungi Donna lagi tapi tidak ada respons dan HP juga sudah tidak aktif," imbuhnya.
HP dan Motor Raib, Keluarga Minta Polisi Bergerak
Agus menduga handphone dan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban hilang dibawa pelaku. Keduanya tidak ditemukan saat jasad Donna dievakuasi Selasa pagi.
"HP dan motor milik Donna juga ikut hilang, mungkin dicuri sama pembunuhnya," kata Agus menduga.
Jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 04.00 WIB di lantai dua rumah kosong yang akan difungsikan sebagai SPPG. Warga sebelumnya curiga karena mencium bau busuk sejak beberapa hari terakhir.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang di lantai dekat jendela. Tangan kirinya mengangkat karena diborgol dan tertaut dengan teralis jendela.
Agus berharap polisi segera menangkap pelaku dan menghukumnya setimpal. "Harapan saya dan keluarga tentunya, polisi segera bisa menangkap pelakunya dan menghukum sesuai perbuatannya terhadap keponakan saya," isaknya.