Pencarian

Pemkot Pekalongan Gelar Festival Literasi 5-11 Oktober 2026, 33 Stan Ramaikan Perpustakaan Daerah

Selasa, 06 Oktober 2026 • 09:46:02 WIB
Pemkot Pekalongan Gelar Festival Literasi 5-11 Oktober 2026, 33 Stan Ramaikan Perpustakaan Daerah
Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid membuka Festival Literasi Kota Pekalongan Tahun 2026 di Halaman Perpustakaan Daerah, Senin (5/10/2026).

PEKALONGAN — Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, yang akrab disapa Aaf, menegaskan Festival Literasi 2026 bukan sekadar ajang seremonial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk bersama-sama meningkatkan kembali tingkat literasi masyarakat Kota Pekalongan yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami dinamika.

"Alhamdulillah Festival Literasi di Kota Pekalongan kita adakan lagi di tahun 2026. Mari bersama-sama kita tingkatkan literasi di Kota Pekalongan, mudah-mudahan tingkat literasi kita semakin naik dan meningkat," ujar Aaf usai membuka Festival Literasi Kota Pekalongan Tahun 2026 di Halaman Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan, Senin (5/10/2026).

Literasi Bukan Hanya soal Gemar Membaca Buku

Aaf menyoroti perubahan makna literasi di era digital. Kemampuan membaca buku saja tidak cukup jika warga tidak bisa memahami dan menyikapi informasi yang beredar.

Masyarakat diharapkan tidak hanya membaca informasi berdasarkan judul, tetapi juga memahami narasi secara utuh. Tujuannya agar tidak mudah salah dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) disebutnya sebagai bagian penting dari pembangunan Kota Pekalongan. Sejumlah program dijalankan untuk mewujudkannya, mulai dari pengentasan buta huruf, sekolah lansia, fasilitasi anak putus sekolah, hingga perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan nonformal.

"Intinya kita membangun SDM dan ingin menyetarakan hak semua warga, terutama anak berkebutuhan khusus. Memang belum sempurna, tetapi semuanya membutuhkan proses," jelasnya.

33 Stan, 13 di Antaranya Pameran Buku

Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gufron Faza, menjelaskan Festival Literasi 2026 menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, masyarakat, dan komunitas untuk bersama-sama mengembangkan budaya literasi.

Selama tujuh hari pelaksanaan, warga dapat menikmati pameran buku, lomba-lomba, stand kuliner dan UMKM, pelatihan, hingga kegiatan edukatif lainnya. Total terdapat 33 stan, dengan 13 stan di antaranya khusus pameran buku.

"Kami ingin mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat yang selama ini mungkin belum mengetahui keberadaannya. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menjadwalkan kunjungan anak-anak sekolah ke lokasi festival," ungkap Gufron.

Penguatan literasi ke depan, menurutnya, perlu dilakukan secara bersama-sama dengan memberdayakan perpustakaan yang ada di kelurahan, masyarakat, sekolah, hingga masjid.

"Melalui Festival Literasi 2026, kami berharap minat baca dan kecakapan literasi masyarakat semakin tumbuh, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang gemar membaca, kritis dalam menerima informasi, kreatif, dan memiliki kualitas SDM yang semakin baik," tegasnya.

Bunda Literasi Soroti Pendataan Perpustakaan Sekolah

Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi yang tetap dapat terselenggara di tengah efisiensi anggaran. Pemilihan Perpustakaan Daerah sebagai lokasi kegiatan dinilainya justru memberi manfaat tambahan karena dapat mengenalkan perpustakaan secara lebih dekat kepada masyarakat.

"Festival literasi ini menjadi ruang untuk masyarakat bisa berproses, belajar, menghasilkan karya, mendapatkan berbagai inspirasi, dan nantinya bisa membuat sebuah karya yang luar biasa," tuturnya.

Inggit berharap evaluasi dan penguatan pendataan perpustakaan, khususnya di sekolah-sekolah, terus dilakukan. Pendataan yang rapi membuat berbagai aktivitas literasi masyarakat terdokumentasi lebih baik dan turut mendukung peningkatan indeks literasi Kota Pekalongan.

Warga Antusias, Pelajar SD Beli Buku Murah

Antusiasme masyarakat, khususnya pelajar, terlihat dalam pelaksanaan Festival Literasi. Salah satunya Fatih, siswa kelas IV SD Negeri Medono 07, yang datang bersama guru dan teman-teman sekolahnya.

Fatih mengaku senang dapat mengunjungi festival dan melihat berbagai stan pameran buku. Ia bahkan tertarik membeli buku yang tersedia dengan harga terjangkau.

"Sudah, mau beli buku-buku di pameran buku murah. Senang," tutupnya.

Follow www.jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediarcm.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks