Bupati Banyumas Lepas Kontingen Santri ke PORSADIN VIII Jawa Tengah di Tegal, 9-10 Oktober 2026

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:48:41 WIB
Kontingen santri Kabupaten Banyumas mengikuti prosesi pelepasan menuju PORSADIN VIII Jawa Tengah di Tegal.

PURWOKERTO — Kontingen Kabupaten Banyumas yang terdiri dari santri dan pendamping terbaik resmi dilepas untuk mengikuti PORSADIN VIII Jawa Tengah. Ajang ini mempertemukan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Jawa Tengah di bidang olahraga dan seni Islam.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas menyampaikan apresiasi atas persiapan yang dilakukan para peserta dan pembina. Ia menekankan pentingnya membawa nama baik daerah selama bertanding.

Pesan Kepala Kemenag: Jaga Akhlakul Karimah dan Sportifitas

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas membakar semangat para kontingen agar tampil percaya diri. Ia juga mengingatkan agar sportifitas dan akhlakul karimah tetap dijunjung selama berlaga.

"Kontingen Banyumas membawa nama baik daerah dan marwah pondok pesantren serta madrasah diniyah kita. Bertandinglah dengan penuh semangat, tunjukkan prestasi terbaik, dan jaga akhlakul karimah selama berlaga di Kabupaten Tegal. Kami optimistis para santri mampu mengukir prestasi membanggakan dan membawa pulang juara untuk Banyumas," tegas Kepala Kantor Kemenag Banyumas.

Dukungan Pemkab Banyumas untuk Generasi Muda Islami

Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap kontingen yang berlaga. Harapannya, PORSADIN VIII melahirkan generasi muda islami yang unggul secara akademis dan keagamaan, sekaligus memiliki ketangkasan fisik dan kreativitas seni.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh jajaran pejabat, kontingen, serta pendamping. Kontingen Banyumas membawa misi meraih prestasi sekaligus mempererat silaturahmi antar-santri MDT se-Jawa Tengah.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: sibawor.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top