SEMARANG — Lini pertahanan PSIS Semarang rapuh sejak awal laga. Risky Safri membuka keunggulan Persiraja pada menit ke-8, memanfaatkan celah di sisi pertahanan tuan rumah.
Martin Chavez menggandakan skor pada menit ke-39. Dua gol dalam 45 menit pertama menunjukkan PSIS kesulitan mengimbangi tempo permainan tim tamu.
Situasi PSIS makin berat setelah Ahmad Nufiandani diganjar kartu merah pada menit 45+2. Bermain dengan 10 pemain, Mahesa Jenar kehilangan keseimbangan di lini tengah.
Persiraja memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Rangga Bolang memperlebar jarak pada menit ke-51, mengubah skor menjadi 3-0.
Gol Hari Nur Yulianto pada menit ke-88 hanya memperkecil ketertinggalan. Pemain gaek PSIS itu mencetak gol di sisa waktu, tapi tak cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.
Persiraja yang dilatih putra asli Semarang, M Ridwan, tampil efektif dengan mengandalkan serangan balik cepat. Tim tamu belum pernah menang dalam empat laga sebelumnya, tapi justru menemukan momentum di Jatidiri.
Sebaliknya, PSIS minim respons setelah tertinggal. Tuan rumah kesulitan membangun serangan dan kerap kehilangan bola di area tengah.
Meski masih berada di posisi kedua dengan sembilan poin berdasarkan data klasemen yang tersedia, penampilan buruk di Jatidiri menjadi pekerjaan rumah besar bagi Widodo Cahyono Putro.
PSIS perlu membenahi lini pertahanan dan disiplin pemain jika ingin terus bersaing di papan atas. Kekalahan ini juga menjadi kemenangan perdana Persiraja musim ini, modal penting bagi tim tamu untuk laga berikutnya.