Investor Dubai Bangun Mini Refinery Rp 5 Triliun di Jepara, Kapasitas 60.000 Barel per Hari

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:17:01 WIB
Investor Dubai dan Pemkab Jepara menandatangani kerja sama pembangunan mini refinery di Jepara.

JEPARA — Penandatanganan kerja sama investasi pengolahan minyak mentah skala kecil atau mini refinery antara investor Dubai dan Pemkab Jepara terealisasi pada Kamis (17/9/2026). Fasilitas itu akan dibangun dengan kapasitas awal 10.000 barel per hari, lalu ditingkatkan bertahap hingga 30.000 barel per hari.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, Rini Padmini, menyebut mini refinery ini termasuk yang perdana masuk ke Jepara. Namun, titik pembangunan belum bisa dipastikan karena proses kerja sama masih berjalan.

Titik Pembangunan dan Serapan Tenaga Kerja Belum Dipastikan

Rini menyatakan pihaknya belum mengetahui lokasi pasti pembangunan maupun jumlah fasilitas yang akan didirikan. Proses investasi masih terus dikawal oleh pemerintah daerah.

"Iya, [mini refinery] termasuk perdana masuk ke Jepara kalau setahu saya. Tapi terkait titik pembangunan, itu kami belum tahu. Investasi tersebut juga masih terus kami kawal," kata Rini saat dihubungi Espos, Senin (5/10/2026).

Karena lokasi dan jumlah fasilitas belum final, Rini belum bisa membeberkan dampak pembangunan terhadap warga. Termasuk soal berapa banyak tenaga kerja lokal yang bakal terserap.

"[Prakiraan bakal membuka lapangan pekerjaan berapa banyak?] Masih berproses, belum bisa memberikan informasi. Nanti secara resmi akan kami informasikan," ujarnya.

Gubernur Jateng: Investasi Perkuat Ekosistem Energi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai investasi migas di Jepara tidak sekadar mendatangkan modal baru. Pengembangan fasilitas pengolahan minyak berpotensi memperkuat ekosistem energi sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di daerah lokasi investasi.

Dari paparan investor, menurut Luthfi, fasilitas tersebut nantinya dapat mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya. Dia berharap rencana itu segera terealisasi agar ikut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah.

"Itulah Jawa Tengah. Di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi," kata Luthfi dalam keterangan tertulis.

Alasan Investor Pilih Jepara

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan minat investasi tersebut didorong oleh potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Salah satu sektor yang dinilai memiliki ruang pengembangan adalah fasilitas pengolahan minyak skala mini.

Menurut Talal, kebutuhan terhadap mini refinery di Indonesia masih terbuka lebar. Investor berencana membangun fasilitas dengan kapasitas awal 10.000 barel per hari dan secara bertahap ditingkatkan hingga 30.000 barel per hari.

"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Insyaallah tempatnya di Jepara dan akan mulai segera sebelum akhir tahun," kata Talal.

Peluang Ekonomi Baru bagi Warga Jepara

Bagi Jepara, rencana pembangunan mini refinery membuka peluang munculnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan investasi. Selain kebutuhan tenaga kerja, proyek tersebut berpotensi menciptakan permintaan terhadap barang dan jasa lokal selama tahapan pembangunan maupun ketika fasilitas mulai beroperasi.

Realisasi investasi tetap bergantung pada proses kerja sama, kesiapan lokasi, perizinan, serta tahapan teknis pembangunan yang harus dilalui sebelum proyek berjalan penuh. Pemerintah daerah menyatakan akan mengumumkan detail proyek secara resmi setelah semua tahapan rampung.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: espos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top