SEMARANG — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martantono menyatakan api belum padam dan penanganan masih berlangsung. Titik api dilaporkan cenderung berkurang di beberapa lokasi, tetapi petugas tetap fokus pada pemadaman, pendinginan, dan pengendalian agar api tidak meluas.
Kebakaran melanda Zona 1 dan 2 seluas sekitar delapan hektare serta Zona 3 sekitar dua hektare. Pemantauan udara memperlihatkan area yang masih terbakar bertahan di kisaran 20 persen dari total lokasi.
Dinas Kesehatan mencatat 22 orang mengalami masalah pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Kelurahan Kedungpane menyumbang 15 kasus, disusul Kelurahan Bambankerep lima orang dan Kelurahan Tambakaji dua orang.
Sebaran asap kabarnya meluas ke lima kecamatan: Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu. Warga di wilayah tersebut diminta waspada terhadap paparan polusi udara dari kebakaran.
"Sebanyak 22 orang mengalami masalah pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Di Kelurahan Kedungpane 15 orang, Kelurahan Tambakaji dua orang dan Kelurahan Bambankerep lima orang," jelas Endro.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto menyatakan Pemkot membentuk tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyuntikkan air ke dalam timbunan sampah sampai kedalaman lima hingga 10 meter guna menjangkau sumber panas di bagian dalam.
"Ini kita lakukan agar bisa mengurangi dampak bagi masyarakat, karena polusi udara dari asap hasil kebakaran," kata Handi.
Armada Damkar dikerahkan menyiram dari atas timbunan untuk menekan kepulan asap. Di Zona 1, tiga unit pemadam melakukan penyemprotan dari ketinggian, sedangkan Zona 3 ditangani lewat penyemprotan, injeksi air, pengerukan, dan pendinginan dengan alat berat.
Endro mengungkap tiga kendala utama pemadaman: lokasi titik api yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit, serta titik api yang cepat tersebar. Delapan armada penyuplai air dikerahkan bersama sejumlah alat berat untuk mempercepat proses.
"Kendala-kendala proses pemadaman yakni lokasi titik api yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit dan titik api cepat tersebar," ucapnya.
Pemkot Semarang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membahas sejumlah opsi penanganan, termasuk kemungkinan penggunaan water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Langkah tersebut disiapkan jika pemadaman darat dinilai belum cukup menekan perluasan api.
Dinas Kesehatan Kota Semarang diminta memetakan wilayah terdampak asap dan menyiagakan puskesmas di titik-titik rawan. Masker disiapkan bagi petugas, relawan, dan masyarakat yang terdampak.