IHSG Terperosok 0,87% ke 6.309, Panin Sekuritas Sebut Harga Minyak dan Penjualan Ritel Jadi Biang Kerok

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33:01 WIB
Pantau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di sebuah papan elektronik bursa efek, Selasa (18/6). IHSG ditutup melemah 0,87% ke level 6.309 pada sesi pertama perdagangan.

JAWA TENGAH — Panin Sekuritas dalam risetnya, Selasa siang, menyebut tren bearish IHSG dipicu oleh ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah. Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dinilai masih samar, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.

"Iran dan Oman juga belum mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz karena Iran mensyaratkan tercapainya kesepakatan dengan AS terlebih dahulu," papar Panin Sekuritas dalam risetnya.

Amblasnya Saham Big Caps dan Rentang Perdagangan yang Dalam

Sepanjang sesi pertama, IHSG terus berada di zona merah dengan penurunan yang semakin dalam. Padahal, indeks sempat dibuka menguat di pagi hari. Rentang perdagangan tercatat berada di area 6.388 hingga level terendah 6.291.

Pelemahan indeks kali ini dipicu oleh amblesnya saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama saham VKTR dan BUMI. Aksi jual pada dua emiten tersebut menyeret laju indeks ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Penjualan Ritel Jeblok Tiga Bulan Beruntun, Daya Beli Masyarakat Tertekan

Di sisi lain, data makro ikut membayangi sentimen pasar. Penjualan Ritel Indonesia tercatat turun 3% year-on-year (yoy) pada Juni 2026. Meski sedikit membaik dibandingkan penurunan 3,9% yoy pada Mei 2026, angka ini menandai kontraksi tiga bulan berturut-turut sepanjang tahun ini.

Lambatnya pemulihan daya beli masyarakat menjadi sinyal negatif bagi emiten sektor konsumer dan ritel. Investor pun cenderung mengurangi eksposur di sektor-sektor yang terdampak langsung oleh lemahnya konsumsi domestik.

Katalis Baru yang Dinantikan Pasar

Dengan minimnya sentimen positif, pelaku pasar tampaknya akan mencermati perkembangan geopolitik dan kelanjutan data ekonomi domestik. Normalisasi hubungan AS-Iran menjadi kunci utama yang menentukan arah pergerakan harga komoditas dan stabilitas pasar keuangan regional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada sinyal kuat yang mampu membalikkan arah IHSG menuju zona hijau pada sesi kedua. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing sebagai indikasi sentimen pasar selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top